Bank Kesejahteraan bakal IPO di 2017



JAKARTA. Bank Kesejahteraan berniat melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun 2017. Perusahaan bakal melepas saham ke publik sebanyak 35% hingga 40%.

Direktur Utama Bank Kesejahteraan Sasmaya Tuhuleley mengatakan, perusahaan membidik dana segar berkisar Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar dari hajatan IPO.

Menurutnya, tujuan dari IPO untuk memperkuat struktur permodalan dan menambah modal menjadi Rp 1 triliun. "Dengan penambahan modal tersebut kami jadi bisa naik ke Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II. Saat ini modal kami sekitar Rp 340 miliar," katanya, Kamis (21/7).


Dengan melakukan IPO, lanjutnya, pemegang saham mayoritas yakni PT Taspen yang memiliki 60% saham Bank Kesejahteraan akan berubah. "Kami belum tahu pasti akan berubah seperti apa, prosesnya saja akan mulai tahun depan," ucapnya.

Di sisi lain, memasuki era kompetisi perbankan yang semakin ketat dengan adanya integrasi ekonomi ASEAN dan digitalisasi di seluruh aspek kehidupan, perseroan bertekat ingin berkontribusi membangun negara dan membantu masyarakat khususnya para pegawai, bukan hanya PNS namun juga pensiunan PNS dan karyawan swasta kecil.

"Kami bertekad akan mengembangkan perkoperasian dengan menjadikan koperasi sebagai mitra dalam setiap aktivitas bisnisnya, baik Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) maupun Kopkar Swasta," tuturnya.

Ke depan, Bank Kesejahteraan ingin menjadi bank bagi pegawai atau pekerja nasional dengan koperasi sebagai mitra solutif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini