KONTAN.CO.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia perbankan di Indonesia mengalami transformasi besar. Kehadiran bank digital membawa cara baru bertransaksi—lebih cepat, lebih efisien, dan serba praktis. Membuka rekening, transfer, hingga membayar tagihan kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik, kapan saja dan di mana saja. Bagi generasi muda dan profesional dengan mobilitas tinggi, digital banking adalah pilihan utama. Biaya transaksi yang rendah, akses 24 jam, hingga fitur lengkap (menabung, investasi, bayar tagihan, top-up e-wallet) membuat bank digital semakin populer. Namun, bank konvensional dengan jaringan kantor cabang fisik tetap memiliki peran penting. Banyak nasabah masih merasa lebih aman bisa bertemu langsung dengan petugas bank,
Bank Digital vs Bank Konvensional: Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan Bank Digital
- Praktis, bisa diakses 24/7.
- Biaya lebih murah, bahkan gratis transfer.
- Proses cepat: dari pembukaan rekening hingga transaksi.
- Bunga tabungan lebih tinggi.
Kelebihan Bank Konvensional
- Memberikan rasa aman lewat layanan tatap muka.
- Cocok untuk konsultasi finansial langsung.
- Penting untuk transaksi besar yang butuh verifikasi fisik.
Online to Offline Banking: Solusi Masa Depan
Jawaban terbaik adalah: tidak harus memilih. Masa depan perbankan adalah Online to Offline banking—menggabungkan kemudahan digital dengan layanan cabang yang tetap hadir.Contoh nyata: Nobu Go dari Nobu Bank
Dengan aplikasi ini, nasabah bisa:- Membuka GoMax Savings dengan bunga hingga 5% p.a., diterima harian.
- Transfer gratis ke semua bank tanpa batas.
- Membuka dan menutup deposito dengan mudah.
- Membayar berbagai tagihan C top-up (pulsa, listrik, PDAM, internet, PBB, kartu kredit, e- wallet).
- Bertransaksi lewat QRIS C QRIS Tap, plus dapatkan ZU Point Rewards yang bisa ditukar belanja di merchant favorit dan ekosistem Lippo.
- Mendapatkan konsultasi tatap muka.
- Menyampaikan keluhan langsung.
- Melakukan transaksi besar yang perlu verifikasi fisik.