JAKARTA. Investor asal Malaysia semakin agresif mengakuisisi bank di Indonesia. Yang terbaru, Affin Holdings Bhd berencana membeli saham Bank Ina Perdana. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Malaysia Jumat lalu (15/1), manajemen Affin menyatakan telah mendapat restu dari bank sentral, Bank Negara Malaysia, untuk bernegosiasi dengan pemilik Ina Perdana. Akuisisi ini merupakan ekspansi pertama Affin di luar negeri. Indonesia menjadi pilihan karena penetrasi perbankan di negeri ini masih rendah. "Indonesia memiliki penduduk terbanyak keempat di dunia yang bisa memberikan pertumbuhan signifikan," tulis manajemen Affin dalam suratnya ke Bursa Malaysia.
Bank Malaysia Agresif Incar Pasar Indonesia
JAKARTA. Investor asal Malaysia semakin agresif mengakuisisi bank di Indonesia. Yang terbaru, Affin Holdings Bhd berencana membeli saham Bank Ina Perdana. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Malaysia Jumat lalu (15/1), manajemen Affin menyatakan telah mendapat restu dari bank sentral, Bank Negara Malaysia, untuk bernegosiasi dengan pemilik Ina Perdana. Akuisisi ini merupakan ekspansi pertama Affin di luar negeri. Indonesia menjadi pilihan karena penetrasi perbankan di negeri ini masih rendah. "Indonesia memiliki penduduk terbanyak keempat di dunia yang bisa memberikan pertumbuhan signifikan," tulis manajemen Affin dalam suratnya ke Bursa Malaysia.