Bank Mandiri Akui Permintaan Special Rate Deposito Naik,Porsi Nasabah Besar Capai 60%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri mengakui permintaan deposito dengan bunga khusus (special rate) terus meningkat, terutama dari deposan besar.

Head of Deposit Product Management Bank Mandiri, Mega Ekaputri Pujianto mengatakan, peningkatan permintaan special rate terjadi sejalan dengan dinamika likuiditas di industri perbankan. Meski demikian, Bank Mandiri memastikan pemberian bunga khusus tersebut masih berada dalam koridor yang terkendali.

"Sejalan dengan dinamika likuiditas di industri perbankan, kami memang melihat adanya peningkatan permintaan special rate, khususnya dari nasabah dengan nominal penempatan yang besar. Namun, di Bank Mandiri tren tersebut masih dalam kondisi yang terkendali dan diberikan secara sangat selektif," ujar Mega kepada Kontan, Senin (29/6/2026).


Ia menjelaskan, pemberian special rate mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan likuiditas bank, profil nasabah, tenor simpanan, hingga hubungan bisnis secara keseluruhan.

Saat ini, porsi deposito yang memperoleh special rate tercatat telah mencapai lebih dari 60% dari total portofolio deposito Bank Mandiri. Mayoritas berasal dari segmen korporasi, badan usaha milik negara (BUMN), lembaga keuangan, serta nasabah wholesale lainnya.

Menurut Mega, besaran bunga khusus yang diberikan bervariasi mengikuti karakteristik masing-masing transaksi.

Baca Juga: Kenaikan Bunga Deposito Valas 4% Dorong Simpanan Valas Bank Mandiri Tumbuh 30%

"Secara umum, special rate berada di kisaran 10 basis poin (bps) hingga 360 bps di atas suku bunga reguler. Namun, penetapannya tetap disesuaikan dengan kondisi pasar, strategi penghimpunan dana, serta target biaya dana (cost of fund) Bank Mandiri," jelasnya.

Di tengah meningkatnya kompetisi dana, Bank Mandiri juga telah melakukan penyesuaian bunga deposito secara bertahap pada beberapa tenor dan segmen nasabah.

"Hingga saat ini rata-rata bunga deposito berada di atas 2%, atau mengalami kenaikan sekitar 1 basis poin dibandingkan periode sebelumnya," ungkap Mega.

Meski demikian, penyesuaian tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, kondisi likuiditas Bank Mandiri masih cukup terjaga sehingga perseroan belum memiliki kebutuhan untuk menaikkan bunga deposito secara agresif.

"Penyesuaian tidak dilakukan secara menyeluruh karena kondisi likuiditas Bank masih terjaga dengan baik, didukung oleh pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang tetap kuat. Dengan demikian, kebutuhan untuk menaikkan bunga secara agresif masih relatif terbatas," katanya.

Ke depan, Bank Mandiri memperkirakan persaingan penghimpunan dana masih akan berlanjut, khususnya pada segmen deposan besar yang lebih sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga.

Baca Juga: Porsi Deposito Berbunga Khusus Naik, Persaingan Perebutan Dana Diperkirakan Berlanjut

Meski demikian, perseroan menegaskan strategi penghimpunan dana tidak akan semata-mata mengandalkan kenaikan bunga deposito.

"Kami memperkirakan kompetisi penghimpunan dana masih akan berlangsung, terutama pada segmen deposan besar. Namun, strategi Bank Mandiri tetap berfokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dana, profitabilitas, dan likuiditas," ujar Mega.

Untuk menjaga biaya dana tetap efisien, Bank Mandiri akan menerapkan kebijakan pricing secara disiplin dan selektif, memperkuat akuisisi dana murah, mengoptimalkan relationship banking, serta memperluas solusi transaksi bagi nasabah.

"Kami akan terus memperkuat penghimpunan CASA, mengoptimalkan relationship banking, serta menawarkan solusi transaksi yang lebih komprehensif agar pertumbuhan dana tidak semata-mata bergantung pada kenaikan suku bunga deposito," tutup Mega.

Baca Juga: Porsi Special Rate Deposito Bank Naik, Ekonom Sebut Persaingan Dana Bank Kian Ketat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News