Bank Mandiri (BMRI) Optimistis Recovery Rate Tetap Terjaga Positif hingga Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan penurunan pendapatan recovery pada tiga bulan pertama 2026. Secara bank only, Bank Mandiri membukukan pendapatan recovery sebesar Rp 1,02 triliun pada kuartal I-2026.

Nilai tersebut turun 39,64% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,69 triliun.

Kendati turun, recovery rate Bank Mandiri masih tergolong tinggi, yakni sebesar 79,40%. Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I-2025 yang sempat menyentuh level 104%.


Baca Juga: Bank Mandiri Nilai Koordinasi Pemerintah dan BI Penting Hadapi Gejolak Global

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, capaian recovery rate perseroan pada kuartal I-2026 masih terjaga optimal sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset bermasalah.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan aset yang terstruktur, melalui mekanisme lelang maupun non-lelang, dengan melibatkan ekosistem yang luas mulai dari internal Bank Mandiri, Mandiri Group, balai lelang swasta, kurator, hingga institusi terkait lainnya,” ujar Adhika kepada Kontan, Rabu (13/5/2025).

 
BMRI Chart by TradingView

Menurut dia, strategi tersebut dilakukan guna memperoleh imbal hasil yang optimal dari proses penyelesaian aset bermasalah.

Ke depan, Bank Mandiri optimistis tren recovery rate masih akan tetap positif seiring kualitas kredit yang stabil. Kondisi tersebut dinilai dapat menekan tingkat hapus buku secara bertahap.

Baca Juga: Direksi Bank Mandiri Tambah Kepemilikan Saham BMRI, Segini Harga Transaksinya

“Hal ini pada akhirnya akan mengurangi kebutuhan pembentukan biaya pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Bank Mandiri secara berkelanjutan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News