KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp 45,5 triliun hingga kuartal III 2026 atau tumbuh 20,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, total aset konsolidasi tercatat Rp 2.404,1 triliun, tumbuh 20,1% yoy. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita W. Anggraini mengatakan, kenaikan laba tersebut sejalan dengan terus tumbuhnya penyaluran kredit yang diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan bank. Per September 2026, kredit bank only tumbuh 16% yoy menjadi Rp 1.605,83 triliun atau meningkat dari 11,6% yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,7% yoy menjadi Rp 1.750 triliun. "Ke depan, pertumbuhan DPK tetap menjadi prioritas utama kami mengingat kondisi likuiditas yang cukup menantang," Ujar Novita dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026, Jumat (23/10/2026). Baca Juga: ADPI: SBN dan Deposito Jadi Instrumen Aman Investasi DPLK di Tengah Volatilitas Pasar Loan to Deposit Ratio (LDR) secara bank only berada di level 91,2%, atau turun dari posisi 92,6% pada periode yang sama tahun lalu. Adapun Non Performing Loan (NPL) membaik di level 0,98% daripada 1,03% pada tahun lalu. "Dengan kombinasi pertumbuhan kredit dan DPK yang kuat, kualitas aset yang sehat, serta pengelolaan likuiditas yang prudent. Kami optimis Bank Mandiri memiliki fundamental yang solid untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," katanya. Novita bilang, kinerja ini telah mendukung komitmen perusahaan menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pembagian dividen. Sepanjang 2026, Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp 50,6 triliun, termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 6,16 triliun. "Pembagian dividen ini mencerminkan upaya manajemen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kekuatan permodalan, dan imbal hasil yang berkelanjutan bagi investor," tuturnya. Baca Juga: Usai Alami Tren Pertumbuhan, Laba Fintech Lending Tertekan per Agustus 2026
Bank Mandiri Catat Laba Rp 45,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp 45,5 triliun hingga kuartal III 2026 atau tumbuh 20,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, total aset konsolidasi tercatat Rp 2.404,1 triliun, tumbuh 20,1% yoy. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita W. Anggraini mengatakan, kenaikan laba tersebut sejalan dengan terus tumbuhnya penyaluran kredit yang diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan bank. Per September 2026, kredit bank only tumbuh 16% yoy menjadi Rp 1.605,83 triliun atau meningkat dari 11,6% yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,7% yoy menjadi Rp 1.750 triliun. "Ke depan, pertumbuhan DPK tetap menjadi prioritas utama kami mengingat kondisi likuiditas yang cukup menantang," Ujar Novita dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026, Jumat (23/10/2026). Baca Juga: ADPI: SBN dan Deposito Jadi Instrumen Aman Investasi DPLK di Tengah Volatilitas Pasar Loan to Deposit Ratio (LDR) secara bank only berada di level 91,2%, atau turun dari posisi 92,6% pada periode yang sama tahun lalu. Adapun Non Performing Loan (NPL) membaik di level 0,98% daripada 1,03% pada tahun lalu. "Dengan kombinasi pertumbuhan kredit dan DPK yang kuat, kualitas aset yang sehat, serta pengelolaan likuiditas yang prudent. Kami optimis Bank Mandiri memiliki fundamental yang solid untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," katanya. Novita bilang, kinerja ini telah mendukung komitmen perusahaan menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pembagian dividen. Sepanjang 2026, Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp 50,6 triliun, termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 6,16 triliun. "Pembagian dividen ini mencerminkan upaya manajemen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kekuatan permodalan, dan imbal hasil yang berkelanjutan bagi investor," tuturnya. Baca Juga: Usai Alami Tren Pertumbuhan, Laba Fintech Lending Tertekan per Agustus 2026