Bank Mandiri Catatkan Pertumbuhan DPK Korporasi di Atas 38%, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Mandiri mencatat pertumbuhan DPK korporasi di atas 38% secara tahunan (YoY), dengan nominal mencapai kisaran di atas Rp 1 triliun pada Januari 2026.

Head of Deposit Product Management PT Bank Mandiri Tbk, Mega Ekaputri Pujianto, mengatakan perkembangan DPK korporasi di Bank Mandiri tumbuh di atas rata-rata industri.

"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan dana giro dari nasabah korporasi besar serta penempatan dana institusi, terutama dari sektor energi, infrastruktur, dan BUMN," ungkap Mega kepada kontan.co.id, Selasa (24/2).


Baca Juga: Bos BRI Ungkap Kisi-kisi Dividen Tahun Buku 2025

Secara komposisi, DPK korporasi berkontribusi lebih dari 65% terhadap total DPK perseroan. Struktur pendanaan ini dinilai solid karena didominasi dana murah atau current account saving account (CASA), sehingga mendukung efisiensi biaya dana (cost of fund).

Mega menambahkan, likuiditas korporasi secara umum masih kuat sehingga tren penghimpunan dana diperkirakan tetap terjaga sepanjang tahun ini. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan yang berkualitas dengan tetap menjaga keseimbangan likuiditas dan profitabilitas.

Dalam menggenjot DPK, strategi yang ditempuh antara lain memperkuat relationship management dengan nasabah utama, mengoptimalkan ekosistem wholesale melalui layanan cash management dan supply chain financing, serta mendorong peningkatan dana berbasis transaksi (transactional banking).

"Digitalisasi layanan wholesale dan penawaran solusi treasury kompetitif juga menjadi fokus untuk meningkatkan akuisisi dan retensi dana korporasi," kata Mega.

Baca Juga: BRI Optimistis Tahun 2026 Lebih Baik, Bidik Pertumbuhan Kredit 7%-9%

Selanjutnya: Strategi Weha Transportasi (WEHA) Sambut Lonjakan Penumpang pada Mudik Lebaran 2026

Menarik Dibaca: Jadwal Tukar Uang Baru BI Jogja Periode 2, Catat Tanggal Pentingnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News