Bank Mandiri curhat dominasi asing ke DPR



JAKARTA. Bank Mandiri mencurahkan kondisi industri perbankan tanah air yang terus didominasi asing. Bank Mandiri menyampaikan cerita tersebut di depan Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4). Dalam penjelasan ke Komisi XI, Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri menerangkan, saat ini terjadi kesenjangan penetrasi pasar antara perbankan Indonesia dan perbankan di ASEAN. Budi mencontohkan, beberapa grup bank di ASEAN sudah memiliki banyak cabang di Indonesia, sementara bank di Indonesia kesulitan buka cabang di sana. Budi merinci, di Indonesia, DBS Bank punya 39 cabang, OCBC Bank punua 339 cabang, UOB 211 cabang, CIMB Bank 580 cabang dan Maybank punya 422 cabang. "Sementara, kami mau tambah cabang di Singapura tidak direspon juga sampai 5 tahun. Begitu juga di Malaysia," terang Budi. Bahkan Budi heran, Indonesia masih dibilang tertutup oleh bankir-bankir ASEAN tersebut. Sementara, Fadel Muhammad, Ketua Komisi XI DPR menyadari, persaingan perbankan semakin ketat dengan dominasi asing. Untuk itu, Fadel berharap, Bank Mandiri sebagai salah satu bank besar di Indonesia bisa memperkuat diri untuk menghadapi persaingan di tingkat ASEAN bahkan Asia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan