Bank Mandiri luncurkan kartu kredit gasoline



JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk meluncurkan kartu kredit gasoline dengan menggandeng Pertamina dan Mastercard. Peluncurkan kartu kredit co-brading ini bertujuan untuk meningkatkan transaksi non tunai di Indonesia.

Vira Widiyasari, Senior Vice President, Credit Cards Group Bank Mandiri mengatakan, latar belakang peluncuran kartu kredit ini untuk menangkap peluang besarnya transaksi pembelian bahan bakar di SPBU Pertamina.

“Selama ini transaksi pembelian bahan bakar di SPBU Pertamina didominasi oleh transaksi tunai,” ujar Vira ketika ditemui dalam acara pelucuran kartu kredit Mandiri Pertamina Mastercard, Kamis (26/1).


Sebagai gambaran saja selama 2016 lalu, total transaksi di SPBU Pertamina sebesar Rp 250 triliun. Dari total transaksi ini baru sebesar 3% yang dilakukan dengan non tunai.

Harapannya, dengan adanya peluncuran kartu kredit gasoline ini bisa meningkaktan total transaksi non tunai menjadi 10% ke depannya. Vera menargetkan pada tahun 2017 ini volume dan jumlah transaksi kartu kredit Bank Mandiri bisa tumbuh double digit.

Saat ini jumlah total kartu kredit di bank berkode BMRI ini sebesar 4 juta kartu. “Adapun realsiasi pertumbuhan pada 2016 hampir double digit,” kata Vira. Tapi saat ini dia belum bersedia memberi detil target detail jumlah dan volume transaksi dan pada akhir 2017 dan realisasi 2016.

Yang jelas, pada tahun ini bank akan berusaha memperbesar transaksi untuk mengimbangi kebijakan penurunan batas atas bunga kartu kredit dari 2,95% menjadi 2,25% pada pertengahan tahun 2017 ini.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini