Bank Mandiri Salurkan Kredit ke Industri Hilir Rp 144 Triliun per November 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) mencatatkan eksposur kredit ke sektor industri pengolahan termasuk industri hilir mencapai Rp 144 triliun pada November 2022. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha menyatakan industri pengolahan juga merupakan sektor prioritas Bank Mandiri dengan portfolio mencapai 15,7%.   

“Sehingga akan tetap menjadi salah satu fokus tumbuh kredit Bank Mandiri ke depannya. Lebih detail lagi, contoh beberapa sub sektor industri pengolahan hilir tersebut adalah industri makanan & minuman, industri farmasi, industri pengolahan logam (smelter), industri pupuk, industri kimia, industri pakan ternak dan lain sebagainya,” ujar Rudi kepada Kontan.co.id pada pekan lalu. 

Ia memandang sektor-sektor tersebut masih memiliki prospek yang baik ke depannya. Seiring dengan pemulihan perekonomian Indonesia dan peningkatan permintaan global.  


“Bank Mandiri telah memberikan berbagai layanan keuangan kepada sektor tersebut, termasuk diantaranya kredit investasi, kredit modal kerja, bank garansi dan lain-lain. Penyaluran kredit Bank Mandiri sektor industri pengolahan termasuk industri hilir  tumbuh dua digit per November lalu,” tambahnya.   

Baca Juga: Holding Ultra Mikro Gelontorkan Kredit Hingga Rp 528 Triliun per September 2022

Ia menyebut ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang terus tumbuh positif. Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan kualitas kredit yang terjaga di level memadai.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta perbankan ikut berperan dalam mendukung hilirisasi industri berbasis sumber daya alam. Bankir prospek penyaluran kredit ke sektor hilirisasi ini memiliki prospek di tahun ini.   

Adapun data Bank Indonesia (BI) mencatatkan penyaluran kredit modal kerja dan investasi perbankan untuk industri pengolahan termasuk hilirisasi mencapai Rp 1.009,8 triliun per November 2022. Tumbuh 12,15% yoy dari posisi yang sama tahun lalu mencapai Rp 900,4 triliun per November 2021.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi