JAKARTA. Restrukturisasi utang Garuda Indonesia kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hampir rampung. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan A. Djalil menyatakan, BMRI sudah menyetujui konversi piutangnya menjadi kepemilikan saham maskapai penerbangan terbesar di Indonesia itu.Jika tak ada awal melintang, pekan ini, Garuda dan BMRI meneken kesepakatan untuk mengeksekusi konversi utang menjadi saham itu. Saat ini, Mandiri mengantongi obligasi wajib konversi atau mandatory convertible bond (MCB) terbitan Garuda senilai Rp 1 triliun. "Soal persentase sahamnya masih dibicarakan antar mereka," kata Sofyan, Senin (14/9).Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar menambahkan, BMRI tidak akan mengonversi seluruh MCB itu menjadi kepemilikan saham Garuda. Sebab, Garuda akan melunasi sebagian kecil surat uang itu secara tunai. Emirsyah mengungkapkan, perusahaannya akan membayar utang ke Mandiri secara tunai tidak lebih dari Rp 200 miliar atau 20% dari total MCB Garuda yang dimiliki BMRI. Merujuk angka ini, berarti kira-kira BMRI akan mengonversi piutangnya sebesar Rp 800 miliar menjadi saham Garuda. "Untuk konversi saham, tunggu saja. Akhir minggu ini sudah bisa selesai," kata Emirsyah. Mendapat Imbalan 18% Direktur Utama BMRI Agus Martowardojo bilang, MCB Garuda tersebut sebetulnya sudah jatuh tempo sejak November 2006. Tapi sampai saat ini Garuda belum membayar pokok obligasi berikut kuponnya.
Bank Mandiri Segera Miliki Saham Garuda
JAKARTA. Restrukturisasi utang Garuda Indonesia kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hampir rampung. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan A. Djalil menyatakan, BMRI sudah menyetujui konversi piutangnya menjadi kepemilikan saham maskapai penerbangan terbesar di Indonesia itu.Jika tak ada awal melintang, pekan ini, Garuda dan BMRI meneken kesepakatan untuk mengeksekusi konversi utang menjadi saham itu. Saat ini, Mandiri mengantongi obligasi wajib konversi atau mandatory convertible bond (MCB) terbitan Garuda senilai Rp 1 triliun. "Soal persentase sahamnya masih dibicarakan antar mereka," kata Sofyan, Senin (14/9).Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar menambahkan, BMRI tidak akan mengonversi seluruh MCB itu menjadi kepemilikan saham Garuda. Sebab, Garuda akan melunasi sebagian kecil surat uang itu secara tunai. Emirsyah mengungkapkan, perusahaannya akan membayar utang ke Mandiri secara tunai tidak lebih dari Rp 200 miliar atau 20% dari total MCB Garuda yang dimiliki BMRI. Merujuk angka ini, berarti kira-kira BMRI akan mengonversi piutangnya sebesar Rp 800 miliar menjadi saham Garuda. "Untuk konversi saham, tunggu saja. Akhir minggu ini sudah bisa selesai," kata Emirsyah. Mendapat Imbalan 18% Direktur Utama BMRI Agus Martowardojo bilang, MCB Garuda tersebut sebetulnya sudah jatuh tempo sejak November 2006. Tapi sampai saat ini Garuda belum membayar pokok obligasi berikut kuponnya.