Bank Mandiri Taspen dan PNM Dorong Kemandirian Disabilitas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri Taspen dan PNM Cabang Tegal bekerja sama menggelar Program Vokasi Disabilitas di Brebes sebagai upaya memperluas akses kerja yang lebih setara. Program ini bertujuan membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan relevan agar dapat bekerja di sektor formal maupun berwirausaha, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan.

Data BPS menunjukkan tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas masih rendah. Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mencatat hanya 702 penyandang disabilitas yang terserap kerja melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada 2023. 

Hal ini salah satunya disebabkan keterbatasan ULD, yang baru tersedia di 28 provinsi (73,7%) dan 179 kabupaten/kota (34,82%) dari total 514. Akibatnya, banyak penyandang disabilitas yang memiliki keterampilan tetapi kesulitan mengakses pelatihan dan pekerjaan formal, sehingga kemandirian ekonomi masih terhambat.


Program Vokasi Disabilitas yang digelar Bank Mandiri Taspen juga berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan tenaga kerja disabilitas. Dari sisi suplai, peserta dilatih hingga kompeten dan tersertifikasi. Sementara dari sisi permintaan, peserta diarahkan ke industri garmen dan alas kaki yang membutuhkan tenaga operator.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Perkuat Layanan

Program tersebut sejalan dengan fungsi ULD Kemnaker dalam perantaraan kerja serta mendukung ekosistem kerja inklusif. Sebanyak 30 peserta difabel dari Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan menjahit operator sepatu yang difasilitasi Ruang Amal Indonesia selama sepekan.

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Cabang Pekalongan, Agus Suyana menyampaikan bahwa pelatihan vokasi menjahit sepatu dipilih karena industri alas kaki di Indonesia, khususnya Jawa Barat dan Banten, membutuhkan tenaga terampil yang bisa cepat dilatih. 

“Keterampilan ini bersifat teknis, spesifik, dan relatif aman sehingga cocok bagi penyandang disabilitas fisik maupun motorik. Harapannya, peserta yang sudah terampil dapat langsung terserap oleh UMKM dan industri,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Pemimpin PNM Cabang Tegal, Sutanto, menegaskan bahwa pemberdayaan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang masih menghadapi hambatan dalam akses kerja. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kemandirian, peningkatan kualitas hidup, dan kesempatan kerja yang lebih luas.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Bantu Para Pensiunan Tetap Produktif

Setelah pelatihan, peserta akan ditempatkan di perusahaan industri sepatu di wilayah Brebes. Program ini juga memperluas fokus pemberdayaan PNM yang sebelumnya banyak menyasar perempuan dan pelaku ultra mikro, kini juga mencakup penyandang disabilitas. Sementara Bank Mandiri Taspen menilai program ini turut mengurangi risiko sosial di wilayah operasionalnya.

Peserta pelatihan menyambut positif program ini karena memberi keterampilan baru, rasa percaya diri, dan harapan untuk mendapatkan pekerjaan serta membantu keluarga. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah inklusif yang membuka kesempatan kerja tanpa meninggalkan siapa pun, sekaligus mendorong kemandirian dan produktivitas peserta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News