KONTAN.CO.ID - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dijadwalkan membayarkan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp 35,14 triliun kepada pemegang saham pada Senin (25/5/2026). Di tengah pembagian dividen jumbo tersebut, harga saham BMRI justru terus tertekan hingga valuasinya kini berada di area yang relatif murah dibandingkan rerata historis. Bank Mandiri sebelumnya menyepakati pembagian dividen tunai total Rp 44,47 triliun atau setara Rp 476,95 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2026.
Nilai itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 9,32 triliun atau Rp 100 per saham yang telah dibagikan pada 14 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan kepada pemegang saham mencapai Rp 35,14 triliun atau setara Rp 376,95 per saham. Pemegang saham yang berhak menerima dividen final adalah investor yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Adapun cum date dividen berlangsung pada 8 Mei 2026. Pada perdagangan saat cum date, saham BMRI ditutup di level Rp 4.630 per saham. Dengan nilai dividen final Rp 376,95 per saham, dividend yield yang dihasilkan mencapai sekitar 8,14%.
Baca Juga: FTSE Russell Tendang 4 Saham RI, DSSA hingga HILL Tersingkir dari Indeks Global Tabel: Rincian Dividen BMRI Tahun Buku 2025
| Keterangan | Nilai |
| Total Dividen | Rp 44,47 triliun |
| Dividen per Saham | Rp 476,95 |
| Dividen Interim | Rp 9,32 triliun |
| Dividen Interim per Saham | Rp 100 |
| Dividen Final | Rp 35,14 triliun |
| Dividen Final per Saham | Rp 376,95 |
| Tanggal Pembayaran | 25 Mei 2026 |
| Dividend Yield | 8,14% |
Saham BMRI Tertekan Meski menawarkan dividend yield tinggi, pergerakan saham BMRI justru cenderung melemah setelah memasuki periode cum dividen. Hingga penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026), saham BMRI turun 1,20% ke level Rp 4.120 per saham. Dalam sebulan terakhir, saham emiten bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu telah terkoreksi 12,34%. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing. Dalam periode yang sama, investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp 4,99 triliun di saham BMRI. Kondisi tersebut membuat valuasi saham Bank Mandiri kini berada di area yang dinilai murah dibandingkan rata-rata historisnya.
Tonton: Pasar Saham dan Obligasi Akan Makin Volatile Rekomendasi BMRI Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), rasio price to book value (PBV) BMRI saat ini berada di level 1,26 kali. Posisi itu mendekati level minus dua standar deviasi PBV historis 10 tahun BMRI di kisaran 1,22 kali. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) BMRI tercatat sebesar 6,58 kali secara trailing twelve months (TTM), juga mendekati level minus dua standar deviasi PER historis 10 tahun di posisi 5,91 kali. Melihat valuasi yang mulai murah tersebut, Samuel Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham BMRI dengan target harga Rp 5.500 per saham. Tabel: Kinerja dan Valuasi Saham BMRI
| Indikator | Nilai |
| Harga saat Cum Date | Rp 4.630 |
| Harga Penutupan 22 Mei 2026 | Rp 4.120 |
| Penurunan Harian | 1,20% |
| Koreksi Sebulan | 12,34% |
| Net Sell Asing | Rp 4,99 triliun |
| PBV Saat Ini | 1,26x |
| PBV Historis -2 SD | 1,22x |
| PER TTM | 6,58x |
| PER Historis -2 SD | 5,91x |
| Target Harga Samuel Sekuritas | Rp 5.500 |
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan. (Suparjo Ramalan, Aprillia Ika) https://money.kompas.com/read/2026/05/24/074913726/dividen-jumbo-bmri-cair-besok-senin-25-5-saham-bank-mandiri-justru-makin-murah Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News