Bank Mandiri terima banyak tawaran hedging valas



JAKARTA. Bank Mandiri mengaku terus mendapat tawaran hedging alias lindung nilai valuta asing (valas) dari perusahaan-perusahaan milik negara alias BUMN. Menurut Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, sejauh ini perusahaan-perusahaan BUMN sudah memiliki kesadaran untuk melakukan hedging valas terutama sejak rupiah terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). "Dan kebetulan, dalam dua bulan ini banyak perusahaan BUMN yang diwajibkan hedging valas mereka," terang Kartika, Rabu (12/8). Sayang, Kartika tidak mengetahui secara detail berapa nilai hedging yang diterima Mandiri dan perusahaan mana saja yang menyerahkan hedging valasnya ke Mandiri. Tahun ini, Bank Mandiri telah melakukan hedging valas ke beberapa perusahaan BUMN. Terakhir, bank dengan sandi saham BMRI memberi fasilitas hedging senilai US$ 2,5 miliar kepada Pertamina. Royke Tumilaar, Direktur Korporasi Bank Mandiri pernah mengatakan, potensi hedging valas untuk perusahaan mencapai US$ 11 miliar pada tahun 2015. "Potensi hedging valas untuk perusahaan BUMN mencapai US$ 1 miliar, dan perusahaan non BUMN mencapai US$ 10 miliar,” kata Royke. Adapun, Mandiri telah banyak melakukan hedging valas kepada perusahaan dengan nilai transaksi mencapai US$ 12 miliar per akhir tahun 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan