JAKARTA. PT Bank Mandiri Taspen Pos atau Bank Mantap tetap fokus menggarap bisnis pensiunan, mikro, usaha kecil dan menengah (UKM) setelah PT Pos Indonesia melepas saham di Bank Mantap ke PT Taspen. Bank Mantap menilai cakupan segmen bisnis pensiunan dan mikro masih luas. Abdul Rachman, Komisaris Utama Bank Mantap mengatakan, pihaknya akan lebih ekspansif pada 2017, karena nasabah pensiunan dan mikro masih membutuhkan kantor cabang untuk layanan perbankan. “Kami berencana mendirikan 60 kantor cabang pada tahun ini,” kata Rachman, Rabu (4/1). Rachman bilang, cabang-cabang ini akan banyak berdiri di luar Bali seperti di pulau Jawa dan Sumatra yang memiliki pasar pensiunan dan mikro yang tinggi. Selain cabang, Bank Mantap juga akan mengembangkan mobile banking yang terkoneksi dengan PT Bank Mandiri Tbk, karena di era digital, mobile banking menjadi pendukung kantor cabang.
Bank Mantap fokus bidik pensiunan dan mikro
JAKARTA. PT Bank Mandiri Taspen Pos atau Bank Mantap tetap fokus menggarap bisnis pensiunan, mikro, usaha kecil dan menengah (UKM) setelah PT Pos Indonesia melepas saham di Bank Mantap ke PT Taspen. Bank Mantap menilai cakupan segmen bisnis pensiunan dan mikro masih luas. Abdul Rachman, Komisaris Utama Bank Mantap mengatakan, pihaknya akan lebih ekspansif pada 2017, karena nasabah pensiunan dan mikro masih membutuhkan kantor cabang untuk layanan perbankan. “Kami berencana mendirikan 60 kantor cabang pada tahun ini,” kata Rachman, Rabu (4/1). Rachman bilang, cabang-cabang ini akan banyak berdiri di luar Bali seperti di pulau Jawa dan Sumatra yang memiliki pasar pensiunan dan mikro yang tinggi. Selain cabang, Bank Mantap juga akan mengembangkan mobile banking yang terkoneksi dengan PT Bank Mandiri Tbk, karena di era digital, mobile banking menjadi pendukung kantor cabang.