Bank Mayapada: Pendapatan non bunga bakal naik pada kuartal II



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan pendapatan non bunga PT Bank Mayapada Internasional Tbk cenderung melambat pada awal tahun ini. Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi menilai, pertumbuhan pendapatan non bunga baru akan meningkat pada pertengahan tahun.

Hal ini antara lain, karena transaksi penyokong pendapatan non bunga masih belum aktif pada awal tahun. "Umumnya pendapatan non bunga bank dari transaksi-transaksi, mulai ramai di triwulan II tiap tahunnya," ujar Hariyono kepada Kontan.co.id, Kamis (5/4).

Adapun, beberapa transaksi yang menjadi andalan perseroan dalam pendapatan non bunga yang termasuk fee based income (FBI) antara lain, transaksi wealth management, bancassurance, surat berharga, ekspor impor dan pendapatan rutin operasional bank.


Bank milik taipan Dato Sri Tahir ini memang menargetkan pertumbuhan fee based cukup tinggi tahun ini, yaitu mencapai 20%. Target sengaja dipatok tinggi, guna mengimbangi penurunan margin bunga bersih alias net interest margin (NIM).

"Target kami pertumbuhan FBI agak besar sekitar 20%. Karena dengan basis yang masih kecil tahun 2017, hal ini dapat mengimbangi NIM sehingga rentabilitas terjaga," papar Hariyono.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan bulan Februari 2018, bank bersandi emiten MAYA ini berhasil menjaring Rp 11,36 miliar pendapatan bunga. Jumlah tersebut naik dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,25 miliar atau naik 22,81% secara tahunan atau year on year (yoy).

Merujuk statistik perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan operasional non bunga perbankan sampai Januari 2018 mencapai Rp 34,73 triliun. Jumlah tersebut menurun 8,17% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 37,82 triliun. Sementara pendapatan bunga, per Januari 2018 mencapai Rp 73,77 triliun, naik 19,7% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini