Bank Mega Syariah Bidik Pertumbuhan Masif Pembiayaan Wholesale pada 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mega Syariah (BMS) terus memperkuat kinerja pembiayaan segmen korporasi. Di tengah ekspansi industri, BMS mencatat pertumbuhan pembiayaan korporasi yang melampaui rata-rata industri perbankan.

Head of Corporate & Business Banking Division Bank Mega Syariah Guritno mengatakan, hingga akhir 2025 realisasi pembiayaan korporasi BMS tumbuh lebih dari 15% secara tahunan (year on year/yoy), dengan total penyaluran mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.

“Kinerja tersebut didorong oleh fokus pembiayaan pada sektor-sektor industri yang masih menunjukkan tren pertumbuhan positif,” ujar Guritno kepada Kontan, pekan lalu. 


Ia menjelaskan, sejumlah sektor utama yang menopang pertumbuhan pembiayaan korporasi BMS antara lain industri manufaktur, industri kereta api, industri kimia, jasa dan pertambangan mineral, industri energi dan pembangkit listrik, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki prospek jangka menengah hingga panjang yang solid.

Baca Juga: Pembiayaan Komersial BCA Syariah Meroket 20,3% di Tahun 2025, Ini Rahasianya!

Sementara katalis yang mendorong pertumbuhan berasal dari permintaan global, kebijakan hilirisasi di sektor pertambangan, karakteristik proyek jangka panjang, serta kebutuhan pembiayaan ekspor.

Memasuki 2026, Bank Mega Syariah menargetkan akselerasi pembiayaan korporasi yang signifikan. Guritno menyampaikan, BMS membidik total pembiayaan korporasi lebih dari Rp 7,1 triliun, atau tumbuh sekitar 183% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, BMS akan memperkuat fokus pada pembiayaan korporasi dan pembiayaan sindikasi, dengan target pasar BUMN dan grup BUMN, konglomerasi dengan kondisi keuangan yang sehat, serta proyek-proyek yang bersumber dari APBN dan APBD.

Selain penyaluran pembiayaan, Bank Mega Syariah juga akan mengoptimalkan ekosistem pembiayaan guna meningkatkan pendapatan berbasis layanan.

Hal ini dilakukan melalui penguatan layanan trade finance, cash management, dan transaksi valuta asing (forex) sebagai bagian dari strategi pendalaman hubungan dengan nasabah korporasi.

Selanjutnya: IHSG Terpapar Sentimen Pergantian Pimpinan BEI dan OJK, Cek Rekomendasi Saham Berikut

Menarik Dibaca: Layar Huawei MatePad 11.5: Fitur Tersembunyi Ini Bikin Kagum

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News