Bank memburu dana segar di pasar obligasi



JAKARTA. Kendati permintaan kredit masih belum tinggi, bank sudah bersiap memburu dana segar lewat penerbitan obligasi. Bank Rakyat Indonesia (BRI) bahkan mempercepat rencana penerbitan obligasi senilai Rp 12 triliun.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengungkapkan, pihaknya bakal merilis surat utang denominasi rupiah di tahun ini. Rencana awal, BRI bakal menerbitkan obligasi mulai tahun 2016-2019 secara bertahap.

Tahun ini, BRI akan merilis obligasi sebesar Rp 3 triliun di semester II-2015. "Agar lebih mudah, mungkin setiap tahun terbitkan Rp 4 triliun," kata Haru, akhir pekan lalu.


Rencana penerbitan surat utang telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2015. BRI telah mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Haru bilang, percepatan penerbitan obligasi lantaran ada upaya di antara bank BUMN untuk memanfaatkan tren bunga saat ini yakni di kisaran bunga 7,5%.

Masih menunggu

Sederet bank lain pun memantapkan hati untuk memburu dana segar dari pasar finansial. Direktur Strategis dan Keuangan CIMB Niaga, Wan Razly Abdullah mengungkapkan, pihaknya tetap pada rencana penerbitan obligasi Rp 6,9 triliun.

Obligasi tersebut bakal digunakan untuk menopang pertumbuhan kredit. Tapi, CIMB Niaga masih bimbang perihal waktu penerbitan. Pertimbangan CIMB Niaga, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester II-2015.

Hitungan CIMB Niaga begini. Andai ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5,2%, pertumbuhan kredit bakal tinggi. "Kalau ekonomi menguat, pertumbuhan kredit bisa di atas level 15%," ujar Wan.

Lain lagi dengan Bank Bukopin. Bank milik Grup Bosowa ini baru saja membulatkan tekad untuk menerbitkan obligasi. Bank Bukopin berencana menerbitkan surat utang di kuartal II-2015.

Menurut Tri Joko Prihanto, Direktur Keuangan Bank Bukopin, pihaknya masih menuntaskan tanggal penerbitan obligasi. "Obligasi yang akan kita keluarkan mungkin dilakukan bertahap. Kami harapkan bisa mencapai Rp 2 triliun," ujar Tri, Minggu (12/4).

Tujuan Bank Bukopin menerbitkan obligasi yakni mempertebal modal. Harapan Bank Bukopin, rasio kecukupan modal (CAR) bisa meningkat menjadi 16%-17%.

Saat ini, CAR Bank Bukopin mencapai 15% dengan modal inti mencapai Rp 6,7 triliun atau masuk Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III.

Bank Bukopin merupakan bank paling bontot yang mengungkapkan rencana penerbitan obligasi. Pada awal tahun, ada sepuluh bank yang sudah menyatakan niatan merilis obligasi kepada OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan