KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menatap semester II-2026 dengan memperkuat pembiayaan di segmen ritel dan usaha kecil menengah (SME). Perseroan menilai kedua segmen tersebut lebih resilien di tengah tantangan ekonomi domestik dan ketidakpastian global. Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan perseroan akan tetap mengedepankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memperbesar porsi bisnis di segmen consumer dan SME, tanpa mengabaikan pengembangan pembiayaan korporasi yang sehat. "Kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan gejolak global yang masih berlangsung," ujar Imam dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).
Strategi tersebut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan ritel yang terus meningkat. Hingga akhir Maret 2026, outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,7 triliun. Sementara itu, jumlah rekening nasabah produk tersebut meningkat 274% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Omzet Naik 250%, Gadai ValueMax Buka Peluang Tambah Cabang Baru Selain itu, pembiayaan kepada segmen SME juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Per Maret 2026, outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun atau tumbuh 33% secara tahunan. Menurut Imam, segmen SME masih menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang prospektif karena memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional sekaligus menawarkan profil risiko yang lebih terdiversifikasi. "SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai penyebaran risiko yang baik," katanya. Untuk memperkuat bisnis pada semester II-2026, Bank Muamalat juga menggelar Synergy Roadshow 2026 bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penyamaan strategi bisnis di seluruh jaringan kantor wilayah dan cabang Bank Muamalat. Di sisi lain, Bank Muamalat dan BPKH terus memperluas sinergi dalam ekosistem haji dan umrah. Salah satunya melalui peluncuran Kartu Haji Indonesia yang ditujukan untuk mengurangi penggunaan uang tunai sekaligus mendukung digitalisasi layanan ibadah haji dan umrah.
Baca Juga: Pegadaian Kelola Ekosistem Emas 153,72 Ton, Perkuat Bisnis Bullion Perseroan juga memperluas akses pendaftaran haji melalui aplikasi Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia. Pada aplikasi Muamalat DIN tersedia fitur Bank Haji yang memungkinkan nasabah melakukan pendaftaran, pelunasan biaya haji, hingga memantau riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji.
Selain itu, kedua institusi sepakat melanjutkan berbagai program kolaborasi nasional maupun internasional, mulai dari sosialisasi, penghimpunan dana, hingga program kemaslahatan. BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia layanan kustodian. Imam berharap sinergi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. "Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan dapat memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas," tutupnya Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News