KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mencatat pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar Rp 30,1 miliar per Desember 2025. Perolehan itu meningkat 47,5% secara tahunan (yoy). Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, perolehan laba ini didukung oleh pembiayaan Bank Muamalat yang mencapai Rp 18,5 triliun di tahun 2025, atau meningkat 10,1% (yoy). Adapun pembiayaan bagi hasil mudharabah tumbuh 42,9% (yoy) menjadi Rp 543,1 miliar pada akhir 2025.
Bank Muamalat juga mencatat hasil positif pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Tercatat, total DPK Bank Muamalat mencapai Rp 45,5 triliun atau meningkat 9,0% (yoy). Sedangkan, total aset juga naik sebesar 3,8% menjadi Rp 62,3 triliun.
Baca Juga: Catat Kinerja Positif, Bank Ganesha (BGTG) Raup Laba Rp 290,60 Miliar Pada Tahun 2025 "Sejumlah indikator utama sepanjang 2025 berhasil kami jaga untuk tumbuh positif, di antaranya aset, pembiayaan, dan DPK," tulis Imam dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026). Selain itu, Bank Muamalat juga memastikan permodalannya tetap solid, tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,37% di akhir 2025. Angka ini berada di atas ketentuan batas minimum yang ditetapkan regulator. Bank Muamalat juga semakin gencar dengan produk pembiayaan emas. Imam menyebut produk pembiayaan emas melonjak mencapai Rp 1,1 triliun. Jumlah rekening nasabah juga meningkat lebih dari 1.200%. "Kenaikan yang signifikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap produk Solusi Emas Hijrah. Dengan tren yang positif ini, kami optimistis pencapaiannya akan terus berlanjut di 2026," tulis Imam. Imam menambahkan, jaringan kantor cabang Bank Muamalat semakin bertambah. Hingga akhir 2025, Bank Muamalat memiliki 80 kantor cabang utama, termasuk 1 kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia. Terdapat juga 144 kantor cabang pembantu. Dari sisi digital, pengguna aplikasi Muamalat DIN mencapai lebih dari 600 ribu pengguna per Desember 2025. Jumlah transaksi juga meningkat sebesar 11% (yoy).
Baca Juga: Bank Jatim Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,6 Triliun pada 2025 Imam menambahkan, Bank Muamalat ke depannya akan memacu pertumbuhan dengan berbasis maqasid syariah. Di mana Bank Muamalat akan memfokuskan integrasi layanan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui kanal aplikasi Muamalat DIN. "Ke depan, Bank Muamalat memposisikan diri sebagai bank syariah yang fokus pada ekosistem haji, umrah, dan ZISWAF, dengan harapan dapat memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi penguatan ekonomi umat," tulisnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News