KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang Garuda kian tertekan akibat krisis di Turki. Kondisi ini berdampak ke banyak sektor. Termasuk ke sektor perbankan. Salah satunya yang menjadi perhatian bankir adalah penyaluran kredit valuta asing (valas). Banyak bank yang mulai meningkatkan manajemen risiko kredit valas. Sebagai salah satu cara untuk tidak terjerembab dalam kredit macet, bank pun mengerem pengucuran kredit valas. Budi Satria, Sekretaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyebutkan bank pelat merah menerapkan strategi konservatif terkait pinjaman valas. "Untuk meminimalisasi risiko kredit valas, kami secara rutin melakukan stress test," kata Budi.
Bank mulai injak rem di kredit valas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata uang Garuda kian tertekan akibat krisis di Turki. Kondisi ini berdampak ke banyak sektor. Termasuk ke sektor perbankan. Salah satunya yang menjadi perhatian bankir adalah penyaluran kredit valuta asing (valas). Banyak bank yang mulai meningkatkan manajemen risiko kredit valas. Sebagai salah satu cara untuk tidak terjerembab dalam kredit macet, bank pun mengerem pengucuran kredit valas. Budi Satria, Sekretaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyebutkan bank pelat merah menerapkan strategi konservatif terkait pinjaman valas. "Untuk meminimalisasi risiko kredit valas, kami secara rutin melakukan stress test," kata Budi.