KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari membukukan kinerja positif hingga Agustus 2026. Laba bersih perseroan tercatat Rp318,3 miliar atau tumbuh 10,95% secara tahunan (year on year/yoy). Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, pertumbuhan kredit masih menghadapi tantangan seiring kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. "Pertumbuhan kredit masih cukup menantang di tengah beberapa kondisi permasalahan ekonomi dan belum begitu baiknya daya beli masyarakat," ujar Gusti kepada kontan.co.id, Selasa (22/9/2026).
Secara konsolidasi, pertumbuhan kredit Bank Nagari masih terkontraksi 0,22%. Meski demikian, kinerja pembiayaan syariah menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat, yakni mencapai 14,33%. Dari sisi pendanaan, Bank Nagari menerapkan strategi Funding Follow The Lending untuk menjaga rentabilitas sekaligus mengamankan posisi loan to deposit ratio (LDR) pada level yang efisien.
Baca Juga: Bank BPD DIY Targetkan Laba Capai Rp443 Miliar pada 2026 Dengan strategi tersebut, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) secara konsolidasi tercatat 1,07%. Sementara DPK syariah mampu tumbuh lebih tinggi, yakni 24,73%. Gusti mengatakan, Bank Nagari telah melakukan evaluasi dan assessment terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB). Berdasarkan analisis kondisi eksternal dan internal, perseroan memutuskan melakukan revisi proyeksi kinerja 2026. "Revisi RBB Bank Nagari adalah dengan proyeksi tutup tahun 2026 aset menjadi Rp33,8 triliun, kredit Rp25,9 triliun, DPK Rp26,7 triliun. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp505,2 miliar," jelasnya. Dengan revisi tersebut, Bank Nagari tetap menargetkan rentabilitas tumbuh dibandingkan capaian 2025. Untuk mengejar target tersebut, Bank Nagari akan mempertahankan segmen yang selama ini menjadi captive market perseroan, terutama pembiayaan kepada aparatur sipil negara (ASN), pegawai dan pensiunan. Pembiayaan tersebut mencakup berbagai skema pinjaman multiguna maupun kredit pemilikan rumah (KPR).
Baca Juga: Premi Reasuransi Semester I-2026 Turun 16,1%, Ini Penyebabnya Sementara di segmen produktif, Bank Nagari akan tetap mengandalkan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), baik melalui berbagai kredit program maupun skema pembiayaan andalan perseroan. Di sisi lain, Bank Nagari juga mulai meningkatkan porsi penyaluran kredit ke segmen korporasi. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung investasi, program strategis nasional, serta membantu pelaku usaha naik kelas.
Selain bisnis konvensional, Bank Nagari melihat respons masyarakat terhadap produk dan layanan syariah perseroan masih positif. Gusti menyebut sambutan masyarakat terhadap produk dan layanan syariah Bank Nagari cukup bagus dan antusias. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pembiayaan syariah yang mencapai 14,33% dan DPK syariah yang tumbuh 24,73%. Kinerja tersebut menjadi salah satu ruang pertumbuhan Bank Nagari di tengah pertumbuhan kredit konsolidasi yang masih menghadapi tekanan pada tahun ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News