KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang solid melalui lonjakan laba di akhir tahun. Per Desember 2025, Bank Neo Commerce mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025 menjadi Rp 565,69 miliar. Angka ini melesat 2.745% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp 19,88 miliar. Direktur Utama BNC Eri Budiono mengatakan capaian ini ditopang oleh strategi transformasi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkualitas dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Baca Juga: Budi Gadai Sebut Transaksi Gadai Emas Tunjukkan Hasil Positif Usai Lebaran Dari sisi neraca, total aset BNC mencapai Rp 18,97 triliun, tumbuh 8,99% secara tahunan (year on year/yoy). Dana pihak ketiga (DPK) naik 7,37% yoy menjadi Rp 14,03 triliun, ditopang oleh pertumbuhan tabungan menjadi Rp 3,50 triliun serta deposito yang terjaga di level Rp 9,86 triliun. Namun demikian, fungsi intermediasi bank masih tergolong longgar. Hal ini tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) yang berada di level 51,21%, sejalan dengan penurunan penyaluran kredit hingga 18,58% yoy menjadi Rp 7,18 triliun. Sementara itu, liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sangat tinggi di level 614,93%. Eri bilang kondisi ini menunjukkan likuiditas BNC masih sangat memadai dan memberikan ruang bagi ekspansi kredit ke depan. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) net terjaga di level 0,89%. Di sisi efisiensi operasional, kinerja BNC juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 84,18% dari sebelumnya 99,34%. Adapun
return on assets (ROA) meningkat menjadi 3,11% dan
return on equity (ROE) naik ke level 15,13%.
Net interest margin (NIM) tercatat tinggi di level 14,39%, sementara
cost to income ratio (CIR) berada di 31,33%. Permodalan BNC juga semakin solid. Modal inti tercatat Rp 4,03 triliun, meningkat dari Rp 3,32 triliun pada tahun sebelumnya. Capital adequacy ratio (CAR) melonjak menjadi 49,07% dari 35,30%, seiring peningkatan laba bersih.
Baca Juga: Dorong Inklusi Keuangan, Bimasakti Hadirkan Solusi Pembayaran Digital Memasuki 2026, BNC akan memfokuskan strategi pada penyaluran kredit berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perseroan juga berencana meluncurkan layanan buy now pay later (BNPL) pada pertengahan tahun ini untuk memperluas akses pembiayaan. “Kami akan terus fokus pada pertumbuhan kredit yang berkualitas serta mengoptimalkan potensi bisnis melalui penguatan produk dan layanan perbankan digital untuk meningkatkan potensi fee based income,” ujar Eri dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026). Pihaknya optimistis penguatan fundamental dan likuiditas yang solid akan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan, termasuk peningkatan kontribusi pendapatan berbasis komisi (
fee based income). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News