KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk menargetkan saldo defisit atau retained loss dapat terhapus dalam beberapa tahun ke depan. Setelah saldo defisit tersebut habis, perseroan membuka peluang untuk mulai membagikan dividen kepada pemegang saham. Hingga Juni 2025, bank berkode saham BBYB ini masih mencatatkan saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 1,43 triliun. Seiring capaian laba bersih sebesar Rp 294,85 miliar dalam periode ini, saldo defisit tersebut susut dari posisi Rp 1,72 triliun pada akhir tahun lalu. Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono mengatakan, saat ini fokus utama pihaknya terarah pada pengurangan saldo defisit melalui laba yang dihasilkan setiap tahun.
Bank Neo Commerce Bidik Hapus Saldo Defisit pada 2028, Buka Peluang Bagi Dividen
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk menargetkan saldo defisit atau retained loss dapat terhapus dalam beberapa tahun ke depan. Setelah saldo defisit tersebut habis, perseroan membuka peluang untuk mulai membagikan dividen kepada pemegang saham. Hingga Juni 2025, bank berkode saham BBYB ini masih mencatatkan saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 1,43 triliun. Seiring capaian laba bersih sebesar Rp 294,85 miliar dalam periode ini, saldo defisit tersebut susut dari posisi Rp 1,72 triliun pada akhir tahun lalu. Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono mengatakan, saat ini fokus utama pihaknya terarah pada pengurangan saldo defisit melalui laba yang dihasilkan setiap tahun.