KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank of America berencana menggelontorkan dana hingga US$250 miliar untuk mendukung proyek digital dan infrastruktur di Amerika Serikat (AS) hingga Juli 2027. Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan puluhan ribu lapangan kerja. Bank of America menyampaikan rencana tersebut pada Rabu (12/8/2026) melalui program "Critical Infrastructure Finance Initiative". Program ini diluncurkan setelah perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Pendanaan tersebut akan mencakup pembiayaan melalui pasar perdana, investasi, layanan pasar modal, serta berbagai layanan perbankan dan konsultasi.
Langkah Bank of America menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan utama AS untuk memanfaatkan pertumbuhan investasi domestik, khususnya di sektor pusat data kecerdasan buatan (AI), pertambangan mineral kritis, serta modernisasi infrastruktur energi.
Baca Juga: Bursa China Menguat Tipis Rabu (12/88), Sektor Teknologi dan Properti Jadi Penopang Rencana tersebut juga diumumkan hanya beberapa hari setelah Morgan Stanley menyatakan akan memfasilitasi pembiayaan sekitar US$1,5 triliun selama satu dekade untuk proyek teknologi dan infrastruktur.
Fokus pada Tiga Sektor Infrastruktur
Dalam pelaksanaannya, aktivitas keuangan Bank of America akan difokuskan pada tiga kategori utama. Pertama, infrastruktur digital, termasuk pusat data dan fasilitas komputasi. Kedua, infrastruktur energi dan kelistrikan, yang mencakup pembangkit listrik energi terbarukan serta penyimpanan energi. Ketiga, infrastruktur inti, seperti transportasi dan jaringan gas alam. Co-head of Global Capital Solutions Bank of America Karen Fang mengatakan kebutuhan pembangunan infrastruktur AS membutuhkan mobilisasi modal dalam skala besar. "Memenuhi kebutuhan infrastruktur Amerika yang terus berkembang membutuhkan mobilisasi modal dalam skala besar di berbagai sektor yang semakin saling terhubung," kata Fang. Ia menambahkan, pembiayaan proyek-proyek tersebut membutuhkan solusi pendanaan yang terintegrasi, baik melalui pasar publik maupun swasta.
Baca Juga: Putin Murka, Rusia Ancam Balas jika Eropa Sita Kapal Dagang "Pelaksanaan proyek-proyek ini membutuhkan solusi pembiayaan terintegrasi yang mencakup modal di tingkat korporasi dan proyek, baik di pasar publik maupun swasta," ujar Fang.
Berlaku hingga Juli 2027
Bank of America menyatakan nilai US$250 miliar tersebut akan dihitung berdasarkan aktivitas yang memenuhi kriteria program selama periode 18 bulan. Periode tersebut dimulai pada 1 Januari 2026, yang menandai dimulainya tahun ke-250 Amerika Serikat, hingga 4 Juli 2027. Program ini menempatkan sektor infrastruktur digital, energi, dan infrastruktur inti sebagai sasaran utama pembiayaan Bank of America. Perkembangan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan investasi AS untuk menopang ekspansi teknologi AI sekaligus memperbarui jaringan energi dan infrastruktur nasional. Dengan meningkatnya kebutuhan pusat data dan komputasi AI, kebutuhan listrik dan infrastruktur pendukung juga ikut meningkat. Kondisi tersebut membuka peluang pembiayaan yang besar bagi perbankan dan lembaga keuangan di AS dalam beberapa tahun mendatang.