Bank of England Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga di Tengah Tekanan Inflasi



KONTAN.CO.ID - LONDON. Bank of England (BoE) membuka kemungkinan kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi di Inggris terus menguat. Sinyal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BoE Dave Ramsden pada Senin (28/9/2026).

Ramsden mengatakan, kebijakan moneter BoE saat ini masih berada pada posisi yang cukup ketat. Namun, apabila tekanan dari sisi inflasi semakin meningkat, bank sentral Inggris dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan.

"Meski sikap kebijakan saat ini terus memberikan pembatasan, jika tekanan kenaikan terhadap prospek inflasi terus meningkat, ada alasan untuk menaikkan Bank Rate," kata Ramsden dalam pidatonya di hadapan London's Money Macro and Finance Society.


Pernyataan tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Ramsden dalam risalah rapat kebijakan BoE pada September. Dalam rapat tersebut, mayoritas anggota Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) memilih mempertahankan suku bunga.

Baca Juga: Apple dan Amazon Digugat Konsumen Inggris, Nilainya Capai £306 Juta

Ramsden merupakan salah satu dari enam anggota MPC yang mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga. Keputusan tersebut diambil dengan perbandingan suara 6-3.

Sikap BoE tersebut berbeda dengan sejumlah bank sentral besar lainnya. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve Amerika Serikat juga menghadapi dinamika inflasi dan perekonomian masing-masing, sementara BoE belum menaikkan suku bunga sejak awal perang Iran.

Salah satu pertimbangannya adalah posisi kebijakan moneter BoE yang sejak awal sudah berada dalam kondisi restriktif. Dengan demikian, bank sentral Inggris masih memiliki ruang untuk mempertahankan tingkat suku bunga saat ini sembari memantau perkembangan inflasi.

Namun, pernyataan Ramsden menunjukkan bahwa arah kebijakan BoE tetap sangat bergantung pada perkembangan tekanan inflasi. Jika tekanan tersebut semakin kuat dan berkelanjutan, kenaikan Bank Rate kembali dapat masuk dalam pertimbangan MPC.

Baca Juga: Banjir Thailand Rendam Bangkok, Kerugian Ekonomi Capai US$320 Juta

Perkembangan inflasi menjadi faktor penting bagi BoE dalam menentukan arah kebijakan berikutnya, terutama karena kenaikan harga yang lebih persisten dapat meningkatkan kebutuhan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu lebih lama.

Dengan keputusan September yang mempertahankan suku bunga melalui suara mayoritas 6-3, pasar kini akan mencermati data inflasi dan indikator ekonomi Inggris berikutnya untuk melihat bagaimana tekanan harga berkembang serta bagaimana respons BoE terhadap perubahan tersebut.