Bank of India Indonesia (BSWD) Sudah Penuhi Modal Inti Rp 3 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) mengaku telah berhasil memenuhi ketentuan modal inti Rp 3 triliun. Memang, jelang tutup tahun lalu, bank bersandi saham BSWD ini melakukan rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) IV. 

“Bank of India Indonesia sudah memenuhi ketentuan Modal Inti Minimum sebesar Rp 3 triliun melalui aksi rights issue,” ujar Direktur Kepatuhan BOII Dennis Kusuma Halim kepada Kontan.co.id, Selasa (7/1). 

Bank of India Indonesia telah menawarkan melepas saham baru sebanyak-banyaknya 1,38 miliar lembar pada PUT IV. Ini setara 50% dari modal ditempatkan disetor penuh Perseroan setelah rights issue. 


Baca Juga: Teka-Teki Merger Bank, OJK Tak Mau Sebut Namanya

BSWD telah melaporkan hasil perhelatan penguatan modal tersebut pada Rabu (4/1). Bank berhasil mendapatkan dana segar sebanyak Rp 1 triliun. Sedangkan biaya PUT IV sebesar Rp 3,15 miliar sehingga dana bersih yang diperoleh Rp 996,91 miliar.

Semua dana itu telah digunakan untuk memperkuat modal inti. Hingga kuartal ketiga 2022, modal inti BSWD sudah mencapai sekitar Rp 2,008 triliun. 

BSWD melanjutkan penambahan modal dengan skema PUT V dengan menawarkan 2,05 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 200 per saham. Ini setara 50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setor rights issue.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae menyatakan  hampir semua bank umum berhasil melakukan penguatan modal Rp 3 triliun hingga akhir 2022 lalu. 

Baca Juga: Bank of India Indonesia (BSWD) Akan Rights Issue Rp 2,38 Triliun

Hanya ada satu bank umum yang tidak bisa memenuhi ketentuan ini sehingga turun kelas menjadi BPR. Bank tersebut adalah Bank Prima Master yang hanya memiliki modal inti sebesar Rp 257,3 miliar per September 2022. 

Menurut Dian, OJK akan melanjutkan konsolidasi dan penguatan modal baik bagi bank syariah, bank pembangunan daerah (BPD), hingga bank perkreditan rakyat (BPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi