KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 54,60 miliar hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 70 miliar. Mengutip laporan keuangan pada Selasa (19/7), pendapatan bunga BSWD mencapai Rp 206,97 miliar. Di sisi lain, beban bunga tercatat sebesar Rp 69,53 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) mencapai Rp 137,45 miliar. Baca Juga: Tiga Direksi Bank JTrust Borong Saham Perusahaan, Segini Harganya BSWD juga mencatat laba operasional sebesar Rp 69,89 miliar. Sementara pada pos pendapatan dan beban operasional lainnya, kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) tercatat sebesar Rp 13,34 miliar. Dari sisi intermediasi, kredit yang diberikan mencapai Rp 4,52 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 3,69 triliun, dengan total aset mencapai Rp 7,18 triliun. Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat sebesar 5,28% dan NPL net sebesar 3,97% per Juni 2026. Bank juga membukukan return on assets (ROA) sebesar 1,94%, net interest margin (NIM) 4,09%, serta rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 71,38%. Baca Juga: Barang Mewah Sumbang 8% Portofolio Outstanding Loan Gadai ValueMax Indonesia
Bank of India Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 54,6 Miliar hingga Juni 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 54,60 miliar hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 70 miliar. Mengutip laporan keuangan pada Selasa (19/7), pendapatan bunga BSWD mencapai Rp 206,97 miliar. Di sisi lain, beban bunga tercatat sebesar Rp 69,53 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) mencapai Rp 137,45 miliar. Baca Juga: Tiga Direksi Bank JTrust Borong Saham Perusahaan, Segini Harganya BSWD juga mencatat laba operasional sebesar Rp 69,89 miliar. Sementara pada pos pendapatan dan beban operasional lainnya, kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) tercatat sebesar Rp 13,34 miliar. Dari sisi intermediasi, kredit yang diberikan mencapai Rp 4,52 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 3,69 triliun, dengan total aset mencapai Rp 7,18 triliun. Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat sebesar 5,28% dan NPL net sebesar 3,97% per Juni 2026. Bank juga membukukan return on assets (ROA) sebesar 1,94%, net interest margin (NIM) 4,09%, serta rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 71,38%. Baca Juga: Barang Mewah Sumbang 8% Portofolio Outstanding Loan Gadai ValueMax Indonesia