KONTAN.CO.ID - SEOUL. Wakil Gubernur Senior Bank Sentral Korea mengatakan pedoman kebijakan moneter ke depan akan menjadi lebih agresif pada pertemuan berikutnya pada akhir bulan ini, karena sudah saatnya mempertimbangkan kenaikan suku bunga. “Sejak April, kesannya adalah pertumbuhan ekonomi tidak akan jauh lebih rendah dari 2,0%, sementara inflasi akan lebih tinggi dari 2,2%. Mengingat hal itu, sudah saatnya menghentikan pemotongan suku bunga dan mulai memikirkan kenaikan suku bunga,” kata Ryoo Sang-dai, anggota dewan kebijakan moneter bank sentral yang beranggotakan tujuh orang dalam laporan gabungan yang dibagikan oleh bank sentral yang dilansir Reuters, Senin (4/5/2026). Ryoo mengatakan tekanan inflasi masih tinggi bahkan setelah langkah-langkah pemerintah baru-baru ini untuk mengendalikan harga konsumen, seperti pembatasan harga bahan bakar di seluruh negeri.
Bank of Korea Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga, Didorong Kenaikan Inflasi
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Wakil Gubernur Senior Bank Sentral Korea mengatakan pedoman kebijakan moneter ke depan akan menjadi lebih agresif pada pertemuan berikutnya pada akhir bulan ini, karena sudah saatnya mempertimbangkan kenaikan suku bunga. “Sejak April, kesannya adalah pertumbuhan ekonomi tidak akan jauh lebih rendah dari 2,0%, sementara inflasi akan lebih tinggi dari 2,2%. Mengingat hal itu, sudah saatnya menghentikan pemotongan suku bunga dan mulai memikirkan kenaikan suku bunga,” kata Ryoo Sang-dai, anggota dewan kebijakan moneter bank sentral yang beranggotakan tujuh orang dalam laporan gabungan yang dibagikan oleh bank sentral yang dilansir Reuters, Senin (4/5/2026). Ryoo mengatakan tekanan inflasi masih tinggi bahkan setelah langkah-langkah pemerintah baru-baru ini untuk mengendalikan harga konsumen, seperti pembatasan harga bahan bakar di seluruh negeri.