JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan menerbitkan obligasi subordinasi atawa subdebt senilai kurang dari Rp 1 triliun pada paruh pertama tahun ini. Permata belum bisa memastikan angka final, karena masih menghitung kebutuhan dana. Wakil Direktur Utama Bank Permata, Herwidayatmo mengatakan, dana hasil subdebt ini diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan. "Kalau mau bertambah besar, modalnya harus kuat. Kalau modal sedikit, perkembangannya sedikit. Kami masih menghitung kebutuhannya," ujarnya, Selasa (31/1). Bank Permata ingin menjaga rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 12%, jauh di atas batas CAR minimal yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 8%. Per Desember 2011, CAR di 14,1%. Namun rasio tersebut bisa tergerus seiring rencana penyaluran kredit tahun ini.
Bank Permata merilis subdebt Rp 1 triliun
JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan menerbitkan obligasi subordinasi atawa subdebt senilai kurang dari Rp 1 triliun pada paruh pertama tahun ini. Permata belum bisa memastikan angka final, karena masih menghitung kebutuhan dana. Wakil Direktur Utama Bank Permata, Herwidayatmo mengatakan, dana hasil subdebt ini diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan. "Kalau mau bertambah besar, modalnya harus kuat. Kalau modal sedikit, perkembangannya sedikit. Kami masih menghitung kebutuhannya," ujarnya, Selasa (31/1). Bank Permata ingin menjaga rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 12%, jauh di atas batas CAR minimal yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 8%. Per Desember 2011, CAR di 14,1%. Namun rasio tersebut bisa tergerus seiring rencana penyaluran kredit tahun ini.