KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Sembada masih membidik pertumbuhan penyaluran kredit hingga akhir 2026 meski laju pembiayaan hingga semester I tahun ini melambat. Bank Sembada menargetkan kredit mencapai sekitar Rp 190 miliar, setelah realisasi hingga semester I 2026 berada di kisaran Rp 145 miliar. Direktur Utama Bank Sembada Sandibrata Simanjuntak mengatakan, penyaluran kredit hingga semester I 2026 tumbuh sekitar 8%-9% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu mencapai 20%-25%. Perlambatan pertumbuhan kredit tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang membuat pelaku usaha, khususnya UMKM dan usaha kecil-menengah, lebih berhati-hati dalam mengakses pembiayaan perbankan.
“Memang lesunya ekonomi pada saat ini, dimana kita lihat UMKM ataupun pelaku usaha lebih berhati-hati dalam melakukan pembiayaan melalui bank," kata Sandibrata di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Dana Deposito Jumbo Masih Diburu, Special Rate Jadi Tantangan Bank Untuk menjaga kualitas dan pertumbuhan kredit, Bank Sembada menerapkan strategi penyaluran yang lebih selektif berdasarkan sektor usaha. Bank mulai mengurangi pembiayaan pada sektor konstruksi, konsultan, serta pengembang properti komersial. Sebaliknya, Bank Sembada masih mendorong penyaluran kredit ke sektor jasa dan perdagangan serta properti subsidi yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan. “Kami memang hati-hati dalam penyaluran kredit. Selektif dalam sektor industrinya,” katanya. Dari sisi suku bunga, Bank Sembada menawarkan bunga kredit di kisaran 13%-16% efektif. Tingkat bunga tersebut dinilai relatif kompetitif jika dibandingkan dengan sejumlah BPR yang menawarkan bunga kredit sekitar 18%-24% efektif.
DPK Bank Sembada Capai Rp 130 Miliar
Di tengah strategi penyaluran kredit yang lebih selektif, Bank Sembada juga terus memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga semester I 2026, DPK perseroan tercatat sekitar Rp 130 miliar. Bank Sembada menargetkan penghimpunan DPK dapat meningkat menjadi sekitar Rp 200 miliar hingga akhir 2026. Penguatan dana pihak ketiga menjadi salah satu fokus perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga likuiditas.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar: Persaingan Tarif Masih Jadi Bagian Dinamika Industri Penjaminan Salah satu strategi penghimpunan dana dilakukan melalui program Tabungan STAR (Sembada Tabungan Rejeki). Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menghimpun dana sekitar Rp 15 miliar. Sandi mengatakan, penghimpunan dana melalui Tabungan STAR ditargetkan meningkat menjadi sekitar Rp 30 miliar pada Batch 3 yang mulai berjalan pada September 2026.
Dalam program tersebut, nasabah perlu menempatkan saldo minimum Rp 100 juta untuk mendapatkan satu kupon undian. Jumlah kupon akan bertambah sesuai dengan kelipatan dana yang ditempatkan oleh nasabah. Penguatan hubungan dengan nasabah melalui program Tabungan STAR juga ditandai dengan penyelenggaraan malam puncak Grand Prize STAR di Jakarta pada Jumat (4/9/2026). Program yang telah diluncurkan sejak Februari 2025 tersebut kini telah mengumpulkan lebih dari 130.000 kupon undian aktif. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News