KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Peran emas sebagai lindung nilai terhadap tren dedolarisasi dan meningkatnya risiko geopolitik diperkirakan akan mendorong lebih banyak bank sentral untuk kembali masuk ke pasar logam mulia tersebut pada tahun ini. Menurut Shaokai Fan, Kepala Global Bank Sentral World Gold Council (WGC), dalam beberapa bulan terakhir sejumlah bank sentral dari negara seperti Guatemala, Indonesia, dan Malaysia mulai membeli emas, baik setelah lama tidak aktif maupun untuk pertama kalinya. “Fenomena yang kami lihat dalam beberapa bulan terakhir adalah munculnya bank sentral baru atau yang sudah lama absen, kembali memasuki pasar emas,” ujar Fan. Ia menambahkan tren ini kemungkinan akan berlanjut hingga 2026.
Bank Sentral Borong Emas Lagi, Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat
KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Peran emas sebagai lindung nilai terhadap tren dedolarisasi dan meningkatnya risiko geopolitik diperkirakan akan mendorong lebih banyak bank sentral untuk kembali masuk ke pasar logam mulia tersebut pada tahun ini. Menurut Shaokai Fan, Kepala Global Bank Sentral World Gold Council (WGC), dalam beberapa bulan terakhir sejumlah bank sentral dari negara seperti Guatemala, Indonesia, dan Malaysia mulai membeli emas, baik setelah lama tidak aktif maupun untuk pertama kalinya. “Fenomena yang kami lihat dalam beberapa bulan terakhir adalah munculnya bank sentral baru atau yang sudah lama absen, kembali memasuki pasar emas,” ujar Fan. Ia menambahkan tren ini kemungkinan akan berlanjut hingga 2026.