Bank Sentral China Makin Agresif Memborong Emas



KONTAN.CO.ID - BEIJING/SHANGHAI. Bank sentral China atau People's Bank of China (PBOC) meningkatkan pembelian emasnya selama enam bulan berturut-turut pada bulan Agustus 2026.

Pembelian inimenambahkan jumlah emas batangan terbesar ke dalam cadangan PBOC sejak Oktober 2023 dan memperpanjang tren pembeliannya hingga bulan ke-22 berturut-turut, menurut data resmi yang dirilis pada Senin (7/9/2026).

Kepemilikan emas PBOC meningkat menjadi 76,73 juta ons troi pada akhir Agustus 2026, dari 76,08 juta ons troi pada bulan sebelumnya.


Baca Juga: Tak Mau Tersandera Iran, UEA Bangun Jalur Perdagangan Alternatif

Penambahan sebesar 650.000 ons troi yang setara dengan sekitar 20,2 metrik ton, sedikit lebih besar dibandingkan penambahan 640.000 ons troi pada bulan Juli dan merupakan peningkatan bulanan terbesar sejak Oktober 2023, saat kepemilikan emas bertambah 740.000 ons troi.

Laju pembelian terus meningkat sejak bulan Maret, ketika PBOC menambahkan emas sebanyak 160.000 ons troi. Bank sentral China tersebut menambahkan 480.000 ons troi emas pada bulan Juni.

China terus mengakumulasi emas meskipun harga emas batangan melonjak tajam tahun ini.

Nilai cadangan emas Tiongkok melonjak menjadi US$ 350,08 miliar pada akhir Agustus dari US$ 306,35 miliar pada bulan sebelumnya, menurut data tersebut, yang mencerminkan pembelian baru serta kenaikan tajam harga emas.

Harga emas naik 9,7% pada bulan Agustus 2026—kenaikan bulanan terkuat sejak Januari—yang didorong oleh pelemahan dolar, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury), dan permintaan aset safe-haven (aset aman).

Harga emas di pasar spot turun sekitar 0,4% pada Senin (7/9/2026, setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Iran Siapkan Zona Terbatas di Teluk, Selat Hormuz Terancam Makin Tegang