Bank Sentral China (PBOC) Akhiri Jeda 2 Hari, Gelontorkan 215 Miliar Yuan ke Pasar



KONTAN.CO.ID - Bank sentral China kembali menyuntikkan likuiditas ke pasar keuangan melalui operasi harian pasar terbuka pada Jumat (5/6/2026), setelah menghentikan sementara injeksi dana selama dua hari berturut-turut.

Meski kembali menggelontorkan dana, People's Bank of China (PBOC) masih mencatatkan penyerapan dana bersih dari sistem perbankan sepanjang pekan ini.

Baca Juga: Inflasi Filipina Melandai Jadi 6,8% pada Mei 2026, Lebih Rendah dari Perkiraan


Melansir Reuters berdasarkan pernyataan resmi yang dipublikasikan PBOC, bank sentral menyuntikkan dana sebesar 215 miliar yuan atau sekitar US$ 31,74 miliar melalui instrumen reverse repurchase agreement (reverse repo) tenor tujuh hari dengan tingkat bunga 1,40%.

Sebelumnya, pada Rabu dan Kamis, PBOC tidak melakukan operasi reverse repo sama sekali. Langkah tersebut dipandang pelaku pasar sebagai upaya mendorong dana yang mengendap di sektor perbankan agar lebih banyak mengalir ke perekonomian riil.

Meski kembali melakukan injeksi pada Jumat, secara keseluruhan PBOC masih menyerap likuiditas dari pasar.

Berdasarkan perhitungan Reuters, sepanjang pekan ini bank sentral China menarik dana bersih sebesar 682,7 miliar yuan melalui operasi pasar terbuka. Jumlah tersebut menjadi penyerapan likuiditas mingguan terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Langkah ini mengindikasikan bahwa otoritas moneter China masih berupaya menjaga keseimbangan likuiditas di tengah kondisi perbankan yang relatif longgar, sembari memastikan aliran kredit tetap mengalir ke sektor-sektor produktif.

Baca Juga: Yen Sentuh Level Kritis 160 per Dolar Jumat (5/6), Pasar Waspadai Intervensi Jepang

Kebijakan tersebut juga mencerminkan pendekatan yang lebih terukur dari PBOC dalam mengelola likuiditas, yakni tidak sekadar menambah dana ke sistem keuangan, tetapi juga mengarahkan penggunaan dana agar lebih efektif mendukung aktivitas ekonomi dan pemulihan pertumbuhan di China.

Pasar kini akan mencermati langkah-langkah lanjutan PBOC, terutama di tengah tantangan ekonomi domestik, lemahnya sektor properti, serta upaya pemerintah China untuk menjaga momentum pertumbuhan pada tahun ini.

TAG: