KONTAN.CO.ID - Bank sentral China tetap (PBOC) melanjutkan program pembelian emasnya untuk bulan ke-17 berturut-turut. Melansir
Reuters mengacu data dari PBOC yang dirilis Selasa (7/4/2026). Kepemilikan emas China naik menjadi 74,38 juta fine troy ounces pada akhir Maret, meningkat dari 74,22 juta ounce pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: IPO SpaceX Berpotensi Jadi Terbesar, Investor Ritel Dapat Porsi Jumbo Meski jumlah emas bertambah, nilai cadangan emas China justru turun menjadi US$342,76 miliar, dari US$387,59 miliar pada bulan sebelumnya. Penurunan ini menandai pertama kalinya nilai cadangan emas China turun sejak Mei 2025, seiring harga emas dunia yang jatuh tajam. Harga emas spot turun 11,52%, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak 2008.
Emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven saat ketidakpastian geopolitik, tertekan oleh kekhawatiran inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga, terutama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran.
Baca Juga: Roma Ingatkan Perang Iran Bisa Mengikis Kepemimpinan Global Amerika Serikat Namun, pembelian emas yang stabil oleh bank sentral dunia membantu menopang harga emas selama periode volatilitas dan membatasi penurunan lebih jauh, menurut analis ING Economics. PBOC sebelumnya menghentikan rangkaian pembelian emas selama 18 bulan pada Mei 2024, namun melanjutkan pembelian enam bulan kemudian, menunjukkan pendekatan yang hati-hati namun konsisten dalam diversifikasi cadangan devisa.