KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Bank of Canada memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,25% pada Rabu (4/9). Ini sesuai perkiraan para analis. Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem mengatakan, pertumbuhan yang lemah akan mendorong pemotongan yang lebih besar. Bank of Canada telah mempertahankan suku bunga acuannya pada level tertinggi dalam dua dekade sebesar 5%. Sejak Juni, Bank of Canada memulai siklus pelonggaran. Keputusan kali ini menjadi ketiga kali berturut-turut bank sentral Kanada memangkas suku bunga. Bank of Canada memperkirakan akan ada pelonggaran lebih lanjut setelah melihat tekanan inflasi yang luas.
Baca Juga: GLOBAL MARKETS - Asia Shares See Pockets of Gains, China PMI Tops Forecasts Inflasi keseluruhan Kanada turun ke level terendah dalam 40 bulan sebesar 2,5% pada bulan Juli, tapi angka ini masih di atas target BoC sebesar 2,0%. Namun, ekonomi sekarang tampaknya lebih lemah dari yang diperkirakan bank hanya enam minggu lalu. "Dengan inflasi yang semakin mendekati target, kami perlu semakin waspada terhadap risiko bahwa ekonomi terlalu lemah dan inflasi turun terlalu besar," kata Macklem. Pertumbuhan kuartal kedua lebih baik dari yang diharapkan sebesar 2,1% tetapi melambat pada bulan Juni dan kemungkinan akan lesu pada bulan Juli. "Pertumbuhan bisa jadi lebih rendah dari kenaikan tahunan kuartal ketiga sebesar 2,8% yang diproyeksikan bank pada bulan Juli," kata para ekonom. Macklem pada konferensi pers mengatakan, pertumbuhan ekonomi meningkat pada paruh kedua tahun ini. Tapi mungkin ada beberapa risiko terhadap proyeksi tersebut. Ekonomi yang melemah telah merusak kemampuan negara untuk menyerap tenaga kerja yang menyebabkan peningkatan pengangguran dan mendorong untuk pemotongan suku bunga berkelanjutan. Baca Juga: US STOCKS - S&P 500 Ends Lower, Weighed Down by Nvidia Dip Beberapa ekonom memperkirakan, pertumbuhan yang lambat dapat mendorong bank sentral memangkas suku bunga 50 basis poin pada Oktober atau Desember. Macklem mengatakan pemotongan yang lebih besar mungkin terjadi jika ekonomi melemah lebih dari yang diharapkan. "Kami akan menilai data saat keluar, dan (jika) kami perlu mengambil langkah yang lebih besar, kami siap untuk mengambil langkah yang lebih besar," kata Macklem dikutip Reuters.