KONTAN.CO.ID – SEOUL. Bank sentral Korea Selatan memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya dan mengisyaratkan kebijakan moneter akan tetap stabil dalam enam bulan ke depan. Keputusan ini didukung oleh lonjakan ekspor semikonduktor serta inflasi yang relatif terkendali, sehingga memberi ruang bagi otoritas untuk mengevaluasi risiko stabilitas keuangan. Dalam rapat kebijakan terbaru, Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuan di level 2,50%. Gubernur Rhee Chang-yong menegaskan bahwa kemungkinan perubahan suku bunga dalam waktu dekat sangat kecil. “Ini adalah pandangan kondisional saat ini, dan interpretasinya adalah hanya ada kemungkinan kecil kenaikan atau penurunan setidaknya dalam enam bulan ke depan,” ujar Rhee dalam konferensi pers.
Won Menguat, Proyeksi Ekonomi Naik
- Samsung Electronics
- SK Hynix
Adopsi “Dot Plot” ala The Fed
Untuk pertama kalinya, Bank of Korea juga memperkenalkan panduan kebijakan berbasis grafik ala “dot plot” yang digunakan oleh Federal Reserve. Grafik ini menunjukkan proyeksi suku bunga dalam enam bulan ke depan:- Dari 21 titik proyeksi,
- Sebanyak 16 menunjukkan suku bunga tetap di 2,50%.
Dampak ke Pasar Obligasi
Pasar obligasi merespons positif kebijakan ini.- Yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun turun hingga 8,6 basis poin
- Menyentuh level 3,035% — terendah sejak 15 Januari
Risiko Tetap Ada: Tarif AS
Meski prospek ekonomi terlihat cerah, Bank of Korea tetap mewaspadai ketidakpastian global, terutama terkait perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat. Kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu berpotensi:- Menekan pertumbuhan ekspor
- Mengganggu sektor strategis seperti otomotif dan baja