KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Bank sentral Swedia, Riksbank, mempertahankan suku bunga kebijakan di level 1,75% pada Kamis (24/9/2026). Namun, bank sentral mulai memberi sinyal bahwa suku bunga kemungkinan kembali dinaikkan sebelum akhir tahun seiring meningkatnya risiko inflasi. Riksbank menyatakan kenaikan suku bunga dapat dimulai tahun ini jika prospek inflasi dan aktivitas ekonomi tetap sesuai dengan kondisi saat ini.
Proyeksi terbaru juga menunjukkan kebutuhan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut dibandingkan perkiraan dalam proyeksi Juni. "Jika inflasi dan aktivitas ekonomi berkembang sesuai perkiraan, kenaikan suku bunga diperkirakan dimulai tahun ini," kata Riksbank dalam pernyataannya.
Baca Juga: Bank Sentral Swedia Tahan Suku Bunga di 1,75%, Isyaratkan Kenaikan di Tahun Ini Keputusan mempertahankan suku bunga 1,75% kali ini sesuai dengan ekspektasi pasar. Dalam jajak pendapat
Reuters, seluruh analis memperkirakan Riksbank tidak mengubah suku bunga. Meski demikian, Riksbank semakin mewaspadai potensi kenaikan inflasi setelah data inflasi selama musim panas tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Tekanan harga saat ini memang masih relatif terkendali, tetapi risiko kembali meningkat mulai menjadi perhatian bank sentral. Risiko tersebut antara lain datang dari perkembangan geopolitik. Konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak mendekati US$100 per barel, sementara prospek penyelesaian konflik masih belum jelas. Kenaikan harga energi dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi. Riksbank juga menyoroti pelemahan krona Swedia akibat kesenjangan suku bunga dengan Bank Sentral Eropa (ECB). ECB sendiri diperkirakan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, sehingga tekanan terhadap mata uang Swedia berpotensi berlanjut. Riksbank menegaskan, apabila muncul tanda-tanda bahwa inflasi meningkat lebih besar dan berlangsung lebih lama dari perkiraan, kenaikan suku bunga dapat dilakukan dengan laju yang lebih cepat.
Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 2,75% untuk Ketujuh Kalinya Di sisi lain, kondisi tekanan harga yang masih relatif rendah memberi ruang bagi Riksbank untuk tidak terburu-buru mengetatkan kebijakan. Swedia saat ini menjadi salah satu negara yang masih menghadapi tekanan inflasi relatif lebih ringan dibandingkan sejumlah negara Eropa lainnya. Perubahan arah kebijakan Riksbank menjadi penting bagi perekonomian Swedia karena kenaikan suku bunga berpotensi menekan permintaan domestik, sekaligus menjaga ekspektasi inflasi dan menopang nilai tukar krona.