Bank Sentral Swiss Rugi US$634,15 Juta, Kenaikan Emas Tak Mampu Menutup Kerugian



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), mencatat kerugian sebesar 498 juta franc Swiss atau sekitar US$634,15 juta pada kuartal pertama tahun ini. Kerugian tersebut terjadi meskipun harga emas mengalami kenaikan signifikan.

Dalam laporan yang dirilis Kamis (23/4/2026), SNB menyebutkan bahwa kenaikan nilai emas tidak cukup untuk mengimbangi penurunan nilai portofolio mata uang asing yang dimilikinya.

SNB mencatat kerugian sebesar 8,2 miliar franc dari investasi dalam mata uang asing. Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya nilai saham dan obligasi di pasar global.


Nilai obligasi mengalami tekanan seiring meningkatnya ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral utama dunia dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini membuat harga obligasi turun karena imbal hasil (yield) yang lebih tinggi menjadi lebih menarik.

Baca Juga: Konflik Iran Dorong Laba Logistik Eropa, Prospek Jangka Panjang Tertekan

Di sisi lain, pasar saham global juga mengalami pelemahan. Indeks Stoxx World Index tercatat turun hampir 4% sepanjang kuartal pertama, mencerminkan tekanan yang terjadi di pasar keuangan internasional.

Kenaikan Harga Emas Jadi Penopang

Meski demikian, SNB mencatat keuntungan valuasi sebesar 7,8 miliar franc dari kepemilikan emasnya. Logam mulia tersebut terus menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya permintaan aset safe haven.

Dalam denominasi franc Swiss, harga emas naik sekitar 6,8% selama kuartal pertama. Kenaikan ini turut mendongkrak nilai cadangan emas SNB yang mencapai sekitar 1.040 ton.