KONTAN.CO.ID - Bank sentral Taiwan mempertahankan suku bunga acuannya pada Kamis (17/9/2026), di tengah kinerja ekonomi yang kuat dan inflasi yang relatif terkendali. Di saat yang sama, bank sentral menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk 2026. Melansir
Reuters, Bank sentral mempertahankan suku bunga diskonto di level 2%, sesuai ekspektasi pasar.
Baca Juga: Paus Leo: Konflik Timur Tengah Menguji Hubungan Yahudi dan Kristen Dalam jajak pendapat Reuters, 28 dari 31 ekonom memperkirakan bank sentral tidak mengubah kebijakan moneternya. Selain mempertahankan suku bunga, bank sentral Taiwan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 11,48%, dari perkiraan sebelumnya 9,45% pada Juni. Untuk 2027, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat menjadi 5,82%. Ekonomi Taiwan tumbuh 8,68% pada 2025, menjadi pertumbuhan tercepat dalam 15 tahun. Kinerja tersebut ditopang tingginya permintaan semikonduktor yang digunakan dalam aplikasi kecerdasan buatan (AI), termasuk dari perusahaan seperti Nvidia.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv Usai DPR AS Loloskan Rancangan Sanksi Baru Inflasi Diproyeksi Tetap Terkendali Bank sentral Taiwan juga sedikit menaikkan proyeksi inflasi tahun ini. Indeks harga konsumen (CPI) diperkirakan tumbuh 2,03% pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,91%. Namun, inflasi diperkirakan melandai menjadi 1,83% pada 2027.
Keputusan bank sentral Taiwan tersebut diambil sehari setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga AS sebesar 25 basis poin. The Fed juga memberikan sinyal masih terbuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan dalam beberapa bulan mendatang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, terutama ditopang industri teknologi dan semikonduktor, serta inflasi yang relatif terkendali, bank sentral Taiwan memilih mempertahankan suku bunga acuannya.
Baca Juga: Harga Minyak Terus Melemah, Kekhawatiran Gangguan Pasokan Mereda