Bank Sentral Thailand Prediksi Inflasi 2026 di Bawah 2,8%, Suku Bunga Dipertahankan



KONTAN.CO.ID - Bank of Thailand (BoT) memperkirakan inflasi Thailand pada 2026 akan berada di bawah proyeksi sebelumnya sebesar 2,8%, sehingga memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif guna menopang pertumbuhan ekonomi.

Melansir Reuters Sabtu (11/7/2026), Gubernur Bank of Thailand Vitai Ratanakorn mengatakan, tekanan inflasi diperkirakan akan terus mereda hingga tahun depan.

Baca Juga: AS Desak Iran Jamin Keamanan Selat Hormuz, Pembicaraan Digelar di Oman


Dengan kondisi tersebut, bank sentral dapat mengabaikan tekanan harga yang bersifat sementara dan tetap berfokus mendukung pemulihan ekonomi.

Selain itu, inflasi bulanan pada kuartal IV diperkirakan berada di bawah proyeksi sebelumnya sebesar 4,5%.

Data terbaru menunjukkan inflasi umum (headline inflation) Thailand pada Juni melambat menjadi 2,42%, masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1%–3% dan lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Vitai sebelumnya juga menyatakan belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga acuan setelah BoT mempertahankan suku bunga kebijakan di level 1,00% pada rapat terakhir.

Baca Juga: Topan Bavi Dekati China, Lebih dari 1,8 Juta Warga Dievakuasi

Keputusan kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan diumumkan pada 26 Agustus.

Meski demikian, ia menilai ruang untuk kembali memangkas suku bunga semakin terbatas.

Menurutnya, suku bunga saat ini sudah berada pada level yang sangat rendah. Penurunan lebih lanjut berpotensi merugikan penabung dan memunculkan dampak negatif yang lebih luas terhadap sistem keuangan.

Di sisi pertumbuhan ekonomi, Vitai menilai perekonomian Thailand masih cukup tangguh.

Bank sentral memperkirakan ekonomi negara tersebut tumbuh 2,3% pada 2026, setelah mencatat pertumbuhan 2,4% pada tahun sebelumnya, meski masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Topan Bavi Hantam Pulau Ishigaki di Jepang, Taiwan Siaga

Selain kebijakan moneter, Bank of Thailand juga tengah menyiapkan aturan baru untuk memperkuat pengawasan terhadap transaksi keuangan.

Mulai sekitar Oktober–November 2026, bank sentral berencana mewajibkan nasabah menunjukkan sumber dana untuk setiap setoran tunai yang melebihi 5 juta baht atau sekitar US$150.000, sebagai upaya menekan peredaran dana ilegal.