Bank Sentral Vietnam Pertahankan Target Inflasi 4,5% Meski Tekanan Harga Meningkat



KONTAN.CO.ID - HANOI. Bank sentral Vietnam tetap mempertahankan target inflasi sebesar 4,5% untuk tahun ini, meskipun tekanan harga meningkat akibat dampak konflik Iran terhadap ekonomi global.

Gubernur State Bank of Vietnam Pham Duc An menyatakan, kebijakan tersebut diambil di tengah kondisi ekonomi internasional yang semakin kompleks dan tidak pasti.

Baca Juga: Won Korea Selatan Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Rabu (6/5) Pagi, Rupiah ke Rp17.370


“Lanskap ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian, terutama akibat ketegangan geopolitik dan meningkatnya tekanan inflasi, yang berdampak langsung pada pengelolaan kebijakan moneter domestik,” ujarnya kepada media pemerintah dilansir Reuters Rabu (6/5/2026).

Data terbaru menunjukkan, inflasi Vietnam meningkat menjadi 5,46% secara tahunan pada April, didorong lonjakan biaya transportasi sebesar 11,1%.

Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Meski menghadapi tekanan inflasi, bank sentral menegaskan komitmennya untuk mendukung aktivitas produksi dan dunia usaha, sejalan dengan target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit dalam lima tahun ke depan.

Untuk itu, kebijakan moneter akan dikelola secara fleksibel dan proaktif, serta dikombinasikan dengan kebijakan fiskal dan makroekonomi lainnya.

Baca Juga: Bank Sentral Selandia Baru: Sistem Keuangan Tetap Tangguh di Tengah Risiko Global

Strategi Kebijakan

Bank sentral Vietnam akan memanfaatkan operasi pasar terbuka untuk menjaga likuiditas sistem perbankan.

Selain itu, perbankan akan diarahkan untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif seperti industri dan bisnis.

Di sisi lain, pengawasan akan diperketat terhadap penyaluran kredit ke sektor berisiko guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

Baca Juga: Aktivitas Jasa China Menguat di April, Namun Permintaan Ekspor Masih Melemah

Otoritas juga akan terus memantau perkembangan pasar dan mengelola suku bunga secara fleksibel, dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana.

Langkah ini diharapkan mampu menahan tekanan inflasi sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global.