JAKARTA. Perbankan Indonesia membuka pintu lebar untuk wajib pajak yang mau menempatkan dana repatriasi di segmen properti. Oleh karena itu, bank papan atas seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan mengalokasikan dana untuk penyaluran kredit properti. Achmad Baequni, Direktur Utama BNI mengatakan, properti menjadi alternatif pilihan untuk penempatan dana repatriasi, terlebih pajak untuk properti papan atas sudah lebih rendah. BNI tak menyiapkan produk khusus properti bagi dana repatriasi. Namun perusahaan akan mengalokasikan dana untuk kebutuhan pembiayaan KPR. Panji Irawan, Direktur Treasuri BNI menambahkan, pihaknya akan menerbitkan negotiable certificate deposit (NCD) senilai Rp 1 triliun dari plafon penerbitan NCD Rp 4 triliun. Nah, sisa NCD ini akan diterbitkan jika ada kebutuhan likuiditas. “Dana dari NCD ini akan digunakan untuk penyaluran kredit salah satunya konsumer,” terangnya, Senin (29/8).
Bank siapkan dana untuk salurkan KPR
JAKARTA. Perbankan Indonesia membuka pintu lebar untuk wajib pajak yang mau menempatkan dana repatriasi di segmen properti. Oleh karena itu, bank papan atas seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan mengalokasikan dana untuk penyaluran kredit properti. Achmad Baequni, Direktur Utama BNI mengatakan, properti menjadi alternatif pilihan untuk penempatan dana repatriasi, terlebih pajak untuk properti papan atas sudah lebih rendah. BNI tak menyiapkan produk khusus properti bagi dana repatriasi. Namun perusahaan akan mengalokasikan dana untuk kebutuhan pembiayaan KPR. Panji Irawan, Direktur Treasuri BNI menambahkan, pihaknya akan menerbitkan negotiable certificate deposit (NCD) senilai Rp 1 triliun dari plafon penerbitan NCD Rp 4 triliun. Nah, sisa NCD ini akan diterbitkan jika ada kebutuhan likuiditas. “Dana dari NCD ini akan digunakan untuk penyaluran kredit salah satunya konsumer,” terangnya, Senin (29/8).