KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) menyiapkan audit atas laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Audit tersebut akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Siddharta Widjaja & Rekan. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9), SMBC Indonesia menyebutkan bahwa laporan keuangan konsolidasian kuartal III-2026 akan melalui proses audit oleh KAP yang telah ditunjuk perseroan. "Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit akan kami sampaikan sesuai dengan batas waktu sebagaimana diatur dalam ketentuan OJK dan BEI yang berlaku," tulis manajemen SMBC Indonesia dalam keterbukaan informasi tersebut.
Berdasarkan ketentuan yang dirujuk perseroan, laporan keuangan yang telah diaudit wajib disampaikan paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal penutupan laporan keuangan.
Baca Juga: BTN Tawarkan Obligasi Berwawasan Sosial Rp 2 Triliun, dengan Kupon hingga 7,25% SMBC Indonesia menjelaskan, pelaksanaan audit dilakukan berdasarkan pertimbangan internal perseroan sekaligus untuk mendukung tujuan dan rencana strategis perusahaan. "Pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026 tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan internal Perseroan serta dalam rangka mendukung tujuan dan rencana strategis Perseroan," tulis manajemen. Pemberitahuan mengenai rencana audit tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk POJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik dan POJK Nomor 15 Tahun 2024 tentang Integritas Pelaporan Keuangan. Selain itu, SMBC Indonesia mengacu pada Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tentang perubahan Peraturan Nomor I-E mengenai kewajiban penyampaian informasi.
Kinerja SMBC Indonesia Semester I-2026
Rencana audit laporan keuangan kuartal III-2026 tersebut dilakukan setelah SMBC Indonesia membukukan pertumbuhan kinerja pada semester pertama 2026. SMBC Indonesia mencatat laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,4 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 40,3% secara tahunan (yoy). Kinerja tersebut salah satunya ditopang oleh hasil pengalihan portofolio kredit pensiun. Pada paruh pertama 2026, SMBC Indonesia menjalankan tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Pengalihan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan kepada nasabah sekaligus memberikan fleksibilitas bagi SMBC Indonesia dalam mengalokasikan modal ke segmen bisnis yang dinilai memiliki potensi lebih besar.
Baca Juga: BSI Siapkan Rights Issue Maksimal 6,8 Miliar Saham, Target Rampung Kuartal I 2027 Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp185,3 triliun hingga akhir Juni 2026. Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan komersial yang meningkat 12,8% yoy. Sementara itu, kredit segmen digital savvy melalui Jenius di luar Digital Micro tumbuh 9,9% yoy. Pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk juga meningkat 8,7% yoy, sedangkan pembiayaan Grup OTO tumbuh 5,8% yoy. Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, SMBC Indonesia membukukan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp8,6 triliun pada semester I-2026. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1 triliun.
Di sisi lain, biaya kredit SMBC Indonesia turun 14,8% yoy menjadi Rp2,1 triliun. Penurunan biaya kredit tersebut sejalan dengan penerapan manajemen risiko kredit dan kualitas portofolio yang tetap terjaga. Total aset konsolidasi SMBC Indonesia turut tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp245,5 triliun pada akhir Juni 2026. Sementara itu, secara bank only, SMBC Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,07 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut meningkat 86% yoy. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News