Bank antisipasi migrasi dana deposito



JAKARTA. Bank pelat merah sepertinya harus melakukan antisipasi perpindahan dana deposito nasabah korporasi seperti perusahaan BUMN ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif seperti Surat Utang Negara (SUN). Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebentar lagi akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan batas atas (capping) bunga deposito yang selama ini diterapkan kepada bank BUKU IV dan BUKU III.

Evaluasi capping ini menyesuaikan dengan suku bunga acuan baru, yaitu BI Rate reverse repo yang mempunyai selisih 125 bps lebih rendah dari BI rate saat ini. Kebijakan tersebut diperkirakan bisa menurunkan suku bunga deposito, sehingga berpotensi mendorong deposan besar dari perusahaan BUMN memindahkan dana ke instrumen lain.

Menurut sumber KONTAN, saat ini saja, sudah ada bank pelat merah yang mengalami migrasi dana deposito sebesar Rp 10 triliun dari deposan perusahaan BUMN.


Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk menampik terjadinya perpindahan dana dalam jumlah besar. Ia menyebut, perpindahan dana deposito milik perusahaan BUMN ke instrumen lain seperti SUN memang ada, tapi jumlahnya sangat kecil. “Instrumen SBN tidak likuid berbeda dengan deposito, deposito kami masih tumbuh sejak aturan capping diberlakukan,” ujarnya kepada KONTAN, Selasa, (26/4).

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan Bank Mandiri bulanan (belum diaudit) per Februari 2016, tercatat total deposito sebesar Rp 206,2 triliun atau 35,67% dari total dana pihak ketiga (DPK). Jumlah deposito tersebut masih tumbuh 4,45% dibandingkan akhir tahun lalu.

Rohan mengatakan, jika suku bunga deposito masih di atas inflasi, maka orang atau lembaga masih akan menempatkan dananya di instrumen ini. "Walaupun nanti diberlakukan suku bunga BI rate reverse repo dan berpotensi menurunkan bunga deposito, pasti juga akan diikuti dengan penurunan bunga dari SBN dan instrumen obligasi lain," katanya.

Meski demikian, Rohan mengatakan, Bank Mandiri tetap menyiapkan instrumen pendanaan lain selain DPK, yaitu dengan penerbitan obligasi.

Sementara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakui, dana deposito dari perusahaan BUMN mungkin saja bermigrasi, jika nanti suku bunga SUN lebih kompetitif dibandingkan deposito. “Kalau itu terjadi BRI akan masuk ke pasar obligasi untuk alternatif pendanaan,” ujar Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo, Selasa, (26/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini