Bank Swasta Didorong Biayai Program Prioritas Pemerintah, Ini Kata Bos Superbank



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) merespons dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong bank swasta untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pendanaan program prioritas pemerintah. Salah satu fokus utama adalah memperluas akses pembiayaan ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kelompok underserved dan underbanked.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan menegaskan, pihaknya konsisten mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat akses kredit, khususnya bagi masyarakat di lapisan bawah.

Menurutnya, akselerasi pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bertumpu pada segmen atas, tetapi harus ditopang oleh kelompok menengah ke bawah yang memiliki kebutuhan pembiayaan tinggi.


Baca Juga: Masih Menjanjikan, Sejumlah Bank Genjot Bisnis Kredit Pensiunan

“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan yang di atas. Basis ekonomi di bawah harus mendapatkan akses pendanaan, kalau tidak, mereka akan tertinggal,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/4).

Untuk itu, Superbank memilih fokus pada pembiayaan segmen underserved dan underbanked dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem digital. Perseroan mengandalkan analisis data perilaku dan transaksi nasabah secara real time untuk menyalurkan kredit secara lebih tepat sasaran.

Sekitar 60% akuisisi nasabah Superbank saat ini berasal dari ekosistem digital seperti Grab dan OVO, sementara 40% lainnya berasal dari luar ekosistem tersebut yang juga menunjukkan pertumbuhan pesat.

Spillover effect dari ekosistem ini sangat luas. Masyarakat di luar ekosistem juga bisa menikmati layanan kami,” jelasnya.

Dalam mendukung program pemerintah, Superbank mengakui tidak semua program dapat diakomodasi, terutama yang bersifat non-digital seperti program koperasi tertentu. Namun, perseroan tetap berkomitmen mendukung pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan berbasis ekosistem digital.

Misalnya, merchant dalam ekosistem digital dapat memperoleh akses pembiayaan untuk ekspansi usaha, seperti menambah gerai atau memperluas bisnis ke wilayah lain. Pendekatan ini dinilai memberikan keunggulan karena didukung oleh data transaksi yang akurat dan berkelanjutan.

“Kami bisa melihat data transaksi secara real time. Jadi pembiayaan yang diberikan lebih tepat sasaran dibandingkan pendekatan konvensional,” tambahnya.

Di sisi lain, Superbank juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan nasabah melalui konsistensi nilai yang ditawarkan. Salah satunya dengan mempertahankan suku bunga deposito yang stabil sejak diluncurkan pada pertengahan 2024.

Menurut Tigor, konsistensi dalam customer value proposition menjadi kunci untuk membangun trust, tidak hanya dari sisi manajemen risiko dan keamanan sistem, tetapi juga dari sisi pengalaman nasabah.

“Kami percaya konsistensi itu penting. Di tengah fluktuasi pasar, menjaga nilai yang stabil bagi nasabah menjadi salah satu cara membangun kepercayaan,” katanya.

Baca Juga: BI Gaspol Intermediasi Lewat Pinisi, Tapi Demand Kredit Masih Seret

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News