JAKARTA. Di tengah gejolak krisis global, bank-bank syariah masih berharap pertumbuhan pembiayaan konsumsi. Bank-bank syariah ini menargetkan pembiayaan konsumsi, terutama pembiayaan perumahan bisa menopang bisnis. Bank Muamalat misalnya, menargetkan penyaluran pembiayaan konsumen hingga Rp 7 triliun dari pembiayaan hunian syariah (PHS) dan pembiayaan kendaraan di akhir tahun. Hingga September ini, portofolio pembiayaan Bank Muamalat mencapai Rp 30 triliun. Pembiayaan konsumen mencapai Rp 6 triliun. Sebanyak 60% berasal dari pembiayaan rumah, sisanya dari pembiayaan kendaraan bermotor. Andi Buchari, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Muamalat menjelaskan, pembiayaan PHS, bagi individu dan korporasi berasal dari bisnis perkantoran terus menanjak dengan tingkat non performing finance (NPF) atau rasio pembiayaan macet terbilang kecil, yakni di angka 3% gross NPF dan 2% net.
Bank syariah fokus untuk pembiayaan perumahan
JAKARTA. Di tengah gejolak krisis global, bank-bank syariah masih berharap pertumbuhan pembiayaan konsumsi. Bank-bank syariah ini menargetkan pembiayaan konsumsi, terutama pembiayaan perumahan bisa menopang bisnis. Bank Muamalat misalnya, menargetkan penyaluran pembiayaan konsumen hingga Rp 7 triliun dari pembiayaan hunian syariah (PHS) dan pembiayaan kendaraan di akhir tahun. Hingga September ini, portofolio pembiayaan Bank Muamalat mencapai Rp 30 triliun. Pembiayaan konsumen mencapai Rp 6 triliun. Sebanyak 60% berasal dari pembiayaan rumah, sisanya dari pembiayaan kendaraan bermotor. Andi Buchari, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Muamalat menjelaskan, pembiayaan PHS, bagi individu dan korporasi berasal dari bisnis perkantoran terus menanjak dengan tingkat non performing finance (NPF) atau rasio pembiayaan macet terbilang kecil, yakni di angka 3% gross NPF dan 2% net.