JAKARTA. Beberapa bank syariah menghindari beberapa sektor yang berisiko tinggi terkena pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF). Beberapa sektor ini sampai kuartal 1 2017 masih mencatat rasio NPF yang tinggi. Berdasarkan data statistik perbankan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat ada empat sektor yang mempunyai NPF cukup tinggi yakni pertambangan, real estate, perantara keuangan dan kelistrikan. Empat sektor ini mempunyai rasio kredit macet melebihi 5%. Bahkan untuk sektor pertambangan dan real estate mempunyai rasio NPF masing-masing 10,03% dan 9,02%. Sedangkan untuk sektor perantara keuangan dan kelistrikan sebesar masing-masing 7,28% dan 6,68%.
Bank Syariah hindari sektor pembiayaan berisiko
JAKARTA. Beberapa bank syariah menghindari beberapa sektor yang berisiko tinggi terkena pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF). Beberapa sektor ini sampai kuartal 1 2017 masih mencatat rasio NPF yang tinggi. Berdasarkan data statistik perbankan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat ada empat sektor yang mempunyai NPF cukup tinggi yakni pertambangan, real estate, perantara keuangan dan kelistrikan. Empat sektor ini mempunyai rasio kredit macet melebihi 5%. Bahkan untuk sektor pertambangan dan real estate mempunyai rasio NPF masing-masing 10,03% dan 9,02%. Sedangkan untuk sektor perantara keuangan dan kelistrikan sebesar masing-masing 7,28% dan 6,68%.