Bank Syariah Ikut Rasakan Imbas Sentimen Positif Harga Emas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen positif terhadap proyeksi harga emas di sepanjang tahun 2023 ikut mendorong peningkatan investasi tabungan emas di perbankan. 

Pasalnya Bank Dunia dalam laporan Commodity Markets Outlook memproyeksikan harga emas di sepanjang tahun 2023 akan membaik dan mengalami tren positif. Dalam laporannya, harga emas diperkirakan mencapai rata-rata US$1.900 per troy ons pada 2023, sekitar 6% lebih tinggi dibanding 2022.

Menurut Bank Dunia, peningkatan harga emas tahun ini dipengaruhi oleh melemahnya nilai dolar Amerika Serikat, laju inflasi tinggi, serta perang Rusia-Ukraina yang terus berlanjut. Kondisi itu diasumsikan bakal mendorong investor untuk membeli emas, aset investasi yang dianggap berisiko rendah.


Sementara itu di Indonesia sendiri, analis memprediksi harga emas Antam akan menyentuh di kisaran Rp 1,2 juta per gram–Rp 1,25 juta per gram di akhir tahun 2023. Melihat hal ini analis pun menyarankan para investor untuk mempertahankan atau menambah kepemilikan emas, mengingat masih ada ruang yang cukup besar untuk kenaikan harga di tahun 2023.

Baca Juga: Tekan Kredit Macet, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Getol Jual Aset-Aset Bermasalah

Sentimen tersebut nampaknya berdampak baik untuk meningkatnya produk tabungan emas/kredit emas di perbankan. Misalnya saja seperti Bank Central Asia Syariah (BCA Syariah) dan Bank Tabungan Negara Syariah (BTN Syariah).

BCA Syariah sendiri menyediakan produk Pembiayaan Emas iB yang merupakan produk pembiayaan untuk kepemilikan Logam Mulia dengan akad murabahah (jual beli). Sampai dengan April 2023 pembiayaan Emas iB di BCA Syariah tumbuh cukup baik sebesar 81,5% (YoY) bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sebagai produk pembiayaan yang hanya ada di Bank Syariah, kami melihat Pembiayaan Emas iB memiliki potensi yang besar untuk terus tumbuh dan semakin diminati oleh masyarakat," kata Pranata, Direktur BCA Syariah kepada Kontan, Rabu (7/6).

BCA Syariah sendiri di tahun 2023 menargetkan pembiayaan Emas dapat tumbuh dua kali lipat dibandingkan kinerja tahun 2022. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut BCA Syariah akan meningkatkan sosialisasi mengenai pembiayaan Emas iB, promosi margin dan simplifikasi proses pengajuan pembiayaan secara digital.

Sementara itu BTN Syariah melaporkan posisi Tabungan BTN Emas iB pada bulan Mei 2023 mengalami peningkatan dengan pertumbuhan YTD sebesar 25% dan sebesar 108% (YoY) dengan nilai hingga Mei 2023 mencapai Rp 7,53 miliar.

Ramon menyampaikan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN tersebut pada tanggal 11 Mei 2023 meluncurkan layanan tambahan pada Tabungan BTN Emas iB yaitu layanan pembelian emas melalui pihak ketiga yang bekerjasama dengan bank, sehubungan dengan hal tersebut Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN memberikan promo bebas biaya untuk setiap pembelian emas melalui bank. 

"Sehubungan dengan adanya promo bebas biaya maka tidak terdapat kenaikan atas fee Tabungan BTN Emas iB," kata Ramon Armando Corporate Secretary Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kepada Kontan, Rabu (7/6).

Lebih lanjut Ramon menyampaikan dari berbagai jenis produk investasi, tabungan emas menjadi salah satu pilihan untuk menabung jangka panjang. Investasi dalam bentuk emas dirasa lebih mudah dan aman, dapat melindungi nilai mata uang, bisa dicairkan atau dijual secara mudah dan cepat.

Baca Juga: Kontribusi Digital Banking Makin Kokoh, Fee Based Income BRI Naik Dua Digit

Mengingat harga emas batangan cukup mahal jika dibeli secara langsung. Karena itu, hadirlah sistem tabungan emas untuk investasi dengan segala kemudahan yang ditawarkan.

"Sehubungan dengan hal tersebut proyeksi tabungan emas ke depan diprediksikan mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan minat masyarakat untuk investasi dalam bentuk emas," kata Ramon.

BTN Syariah hingga akhir tahun 2023 menargetkan Tabungan Emas BTN iB dapat tumbuh 106% menjadi Rp 6,6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi