Bank Syariah Indonesia (BSI) Bukukan Laba Bersih Rp 2,20 Triliun pada kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan laba bersih Rp 2,20 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini naik 17,10% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,87 triliun.

Salah satu penopang pertumbuhan laba BSI adalah pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh signifikan. Pada kuartal I-2026, pendapatan di pos tersebut mengalami kenaikan 15,77% secara tahunan (YoY) menjadi 5,52 triliun.

Pendapatan berbasis komisi dari bank syariah terbesar di Indonesia ini juga mengalami kenaikan signifikan 15,58% yoy mencapai Rp 918,58 miliar pada kuartal I-2026, sementara pada periode sama di tahun sebelumnya nilainya mampu mencapai 794,75 miliar.


Baca Juga: Satgas PASTI Hentikan Usaha Magento, Diduga Lakukan Penipuan Modus Impersonasi

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pertumbuhan kinerja BSI didorong oleh ekspansi dana murah, pertumbuhan nasabah, hingga penguatan bisnis emas yang mulai menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan.

“BSI terus menunjukkan daya saing yang semakin solid di antara bank besar nasional. Meski dari sisi aset berada di posisi lima besar, pertumbuhan yang dicatatkan menunjukkan fundamental bisnis yang kuat,” ujar Anggoro dalam paparan kinerja perseroan, Selasa (12/5/2026).

Dari sisi fungsi intermediasi, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan di kuartal I-2026 mencapai Rp 151,72 triliun atau naik 22,83%. Jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, nilainya baru sekitar Rp 123,52 triliun.

Dari sisi pendanaan, BSI berhasil menghimpun dana masyarakat di periode yang sama senilai Rp 377 triliun. Di mana, angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 17,99% yoy.

Baca Juga: BI Batasi Pembelian Dolar Tanpa Underlying, Begini Kata BCA

Alhasil, BSI tetap menjadi bank syariah dengan aset terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai 460 triliun. Artinya, ada kenaikan 14,78% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan dana murah terutama ditopang oleh tabungan yang meningkat sekitar 20%. Anggoro menyebut, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari kuatnya basis nasabah dan produk unggulan BSI seperti tabungan haji dan layanan bank emas.

Menurut dia, bisnis emas kini menjadi salah satu pembeda utama BSI dibandingkan bank lain. Apalagi, BSI menjadi satu-satunya bank syariah yang memiliki layanan bullion bank atau bank emas di Indonesia.

“Keunikan BSI adalah memiliki dua mesin pertumbuhan, yakni sebagai bank syariah terbesar dan sebagai bank emas,” katanya.

Dari sisi kualitas pembiayaan, BSI mencatatkan perbaikan non performing financing (NPF) gross sebesar 1,80% dari periode yang sama tahun lalu 1,88% dan NPF net sebesar 0,38% dari 0,51% di periode sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News